Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER MONEY] Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Klaim Stok Beras Kementan | Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

Kompas.com - 30/11/2022, 05:30 WIB
Penulis Aprillia Ika
|

1. Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Kementan soal Stok Beras Melimpah

Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (KKPIBC) Zulkifli Rasyid membantah soal pernyataan Kementerian Pertanian (Kementan) soal stok beras nasional yang surplus atau melimpah. Sebab, kata dia, stok beras sudah menipis di Pasar Induk Beras Cipinang sejak Agustus 2022.

"Kami sebagai pelaku pasar, kalau mengetahui surplus kan harusnya lebih. Tapi kenyataannya, sekarang ini mulai di bulan Agustus kemarin itu stok beras berkurang dan menipis sampai saat ini," ujarnya dalam diskusi Pataka secara virtual, Selasa (29/11/2022).

Bahkan, Zulkifli menyebutkan, stok beras akan kritis pada Desember 2022 hingga Februari 2023. Sebab, kata dia, stok beras Bulog hanya sekitar 625.000 ton.

"Itu saya rasa sangat tidak cukup untuk menghadapi akhir tahun sampai Februari yang akan datang. Kenapa begitu? Karena harga sekarang melonjak terus, sedangkan beras yang datang hari ini dari daerah semuanya boleh dikatakan tidak ada," jelas dia.

Selengkapnya klik di sini

2. Perlukah Indonesia Buka Keran Impor Beras?

Pemerintah berencana akan mengimpor beras lantaran stoknya sudah menipis. Berdasarkan data Perum Bulog per 22 November 2022, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hanya 426.573 ton. Sementara jumlah stok beras yang harus dimiliki pemerintah hingga akhir tahun untuk ketahanan pangan harus mencapai 1,2 juta ton.

Dengan kondisi itu, perlukah Indonesia impor beras? Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan, sebernarnya impor beras perlu dipertimbangkan jika Indonesia dihadapkan pada tiga kondisi.

Pertama ketersediaan cadangan beras tidak mencukupi hingga waktu panen tiba. Kedua, harga beras mengalami peningkatan, baik di pasar tradisional maupun di supermarket. Ketiga, harga beras nasional lebih mahal dibandingkan harga beras di pasar internasional.

"Ketersediaan stok yang mencukupi akan membantu menjaga kestabilan harga beras. Kemudian harga beras yang stabil diharapkan dapat tetap terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (29/11/2022).

Selengkapnya klik di sini

3. Minat Investor Tinggi, Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dipercepat mengingat tingginya minat investor. Pembangunan proyek IKN sendiri baru dimulai September 2022.

Basuki mengatakan, ada 40 kegiatan dengan nilai konstruksi Rp 25 triliun selama periode 2022-2024.

"Total yang 2022-2024 yang dimulai pada tahun 2022 ada Rp 25 triliun," kata Basuki dalam rapat Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Basuki mengatakan, sebanyak 22 kegiatan sudah terkontrak hingga pekan keempat November dengan nilai kontruksi Rp 15,01 triliun.

Selengkapnya klik di sini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+