Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dibayangi Pelonggaran Pembatasan Covid-19 di China, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Kompas.com - 30/11/2022, 07:40 WIB
Penulis Kiki Safitri
|

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan hari Selasa (29/11/2022) waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia/ WIB. Pergerakan harga minyak dunia dibayangi oleh rencana China untuk melonggarkan pembatasan akibat Covid-19.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent turun 0,2 persen menjadi 83,03 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,2 persen menjadi 78,2 dollar AS per barrel.

Pejabat kesehatan China mengatakan negara tirai bambu itu berencana untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi para manula, yang bertujuan mengatasi hambatan dalam pelonggaran Covid-19.

“Negara importir minyak tersebesar itu mewacanakan ekonomi kembali ke normal. Rencana pelonggaran tersebut membuat harga minyak melonjak dalam dua minggu terakhir,” kata analis ActivTrades Ricardo Evangelista.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Sempat Sentuh Level Terendah dalam 11 Bulan

Sementara itu, protes jalanan yang terjadi di kota-kota di seluruh China selama akhir pekan, menentang tindakan presiden Xi Jinping dalam uapya zero Covid-19. Ini bahkan dinilai sebagai aksi protes terbesar sepanjang karir politik presiden Xi.

Di sisi lain, pelemahan terhadap dollar AS cenderung mendorong harga minyak mentah. Indeks dollar AS yang jatuh pada level 106,5, terjadi lantaran investor melihat ke arah kebijakan Federal Reserve yang mencapai puncaknya di awal tahun depan. Hal ini berhasil menekan inflasi.

"(Rebound) yang kuat dilanjutkan oleh pelemahan dollar AS dan dimulainya sanksi pembatasan minyak Rusia yang akan diberlakukan pada minggu depan,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai OPEC Bantah Akan Naikkan Produksi

Harga minyak mengalami tekanan setelah OPEC+, menyatakan tidak akan merubah rencana produksi mereka pada pertemuan berikutnya tanggal 4 Desember. Lima sumber OPEC+ mengatakan OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan kebijakan produksi minyak, sementara dua sumber mengatakan pengurangan produksi tambahan masih dipertimbangkan.

OPEC+ mulai menurunkan target produksinya sebesar 2 juta barrel per hari (bpd) pada bulan November. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menopang harga minyak. Pasar juga menilai pergerakan harga minyak dunia sebagai dampak pembatasan harga minyak Rusia.


Diplomat dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa telah membahas batas atas minyak Rusia yakni pada kisaran 65 hingga 70 dollar AS per barrel. Ini merupakan bentuk sanksi atas invasi Moskow ke Ukraina.

Namun, pemerintah Uni Eropa pada Senin gagal menyepakati batas tersebut, dimana Polandia bersikeras bahwa harga tersebut harus lebih rendah, dari harga yang diusulkan oleh negara-negara G7.

Batas harga akan mulai berlaku pada 5 Desember, dan jika tidak ada kesepakatan, UE akan menerapkan langkah-langkah lebih keras. Ini mencakup, larangan semua impor minyak mentah Rusia mulai 5 Desember dan seterusnya, serta produk minyak bumi mulai 5 Februari tahun depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+