Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Kompas.com - 01/12/2022, 12:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Zurich Indonesia Tbk (ZAI) optimistis tahun depan industri asuransi masih akan bertumbuh di tengah potensi resesi global yang mungkin akan memperlambat laju ekonomi.

Presiden Director Asuransi Zurich Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan, pemerintah telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berada di angka 5 persen.

Sejalan, industri asuransi yakin masih akan tumbuh selaras karena aktivitas dalam negeri saat ini sudah kembali normal.

“Potensi resesi yang akan terjadi pada tahun depan itu dampaknya tidak akan terlalu signifikan ke Indonesia, pasalnya sentimen ini akan lebih berdampak kepada negara-negara yang memang memiliki ekspor besar. Sementara ekspor Indonesia itu tidak terlalu besar dan kebanyakan ekspor energi dan sejenisnya, ekspor ini pun masih bagus,” ujar dia dalam diskusi terbatas dengan media, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Plus Minus KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat, Pilih Mana?

Selain itu, pertumbuhan industri asuransi juga mendapat dukungan dari berbagai sektor teknologi. Sebut saja, pertumbuhan ecommerce bakal jadi satu katalis positif untuk asuransi dapat masuk ke segmen pasar yang lebih luas.

Edhi sendiri menargetkan, perusahaan dapat mencetak profitabilitas lebih dari 10 persen tahun depan.

Senada, CEO Asia Pacific & Member of Group Executive Comittee Zurich Insurance Group Tulsi Naidu memaparkan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang besar bagi Zurich Group.

Dalam 5 tahun ke belakangan, pertumbuhan pasar di Indonesia cukup besar dan memiliki posisi yang kuat di Asia Pasifik.

"Secara jangka panjang, pertumbuhan pasar di Indonesia masih sangat kuat. Indonesia punya profil yang sangat bagus di industri asuransi,” terang Tulsi.

Baca juga: Waspadai Penguatan Dollar AS, Ini Strategi BI Stabilkan Rupiah

Apalagi, Tulsi menyebut, pandemi Covid-19 membuat masyarakat lebih memperhatikan perlindungan kesehatannya.

"Saya pikir pandemi membuat masyarakat jadi fokus pada perlindungan mereka, tapi industri asuransi masih bertumpu pada pertemuan tatap muka, jadi perlu digitalisasi ke depan," jelas dia.

Sementara, Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak menjelaskan, potensi resesi dapat menyebabkan masyarakat mengurangi daa belinya. Pun, hal ini tidak menutup kemungkinan masih akan ada pertumbuhan yang terjadi.

Hilman optimistis, bisnis syariah Zurich masih akan tumbuh dengan melihat prospek jangka panjang.

Baca juga: Ramalan BI soal Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun Depan

Ia menyoroti besarnya potensi pasar sektor syariah di Indonesia. Meskipun demikian, ia sadar, asuransi umum syariah dibandingkan dengan asuransi konvensional secara perbandingan masih sangat kecil.

"Jadi yang kami lakukan adalah menangkap peluangnya. Potensinya masih besar sekali. Kami fokus untuk menumbuhkan market syariah," ujar dia.

Sebagai informasi, Zurich Syariah pada tahun pertama setelah spin off telah berhasil meningkatkan kontribusi asuransi syariah atau premi sebesar 45 persen.

Baca juga: The Fed Indikasikan Perlambatan Kenaikan Suku Bunga, Rupiah Menguat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Sebut Masih Ada Negara di ASEAN Tingkat Inklusi Keuangannya hanya 3 Persen

Sri Mulyani Sebut Masih Ada Negara di ASEAN Tingkat Inklusi Keuangannya hanya 3 Persen

Whats New
Ada Kecurigaan Uang Dugaan Korupsi di ESDM Mengalir ke Auditor BPK

Ada Kecurigaan Uang Dugaan Korupsi di ESDM Mengalir ke Auditor BPK

Whats New
Pemkot Palangkaraya Batasi Pembelian Pertalite, BPH Migas Apresiasi

Pemkot Palangkaraya Batasi Pembelian Pertalite, BPH Migas Apresiasi

Whats New
Satgas BLBI Berakhir Desember 2023, Realisasi Penagihan Utang Baru 25,83 Persen

Satgas BLBI Berakhir Desember 2023, Realisasi Penagihan Utang Baru 25,83 Persen

Whats New
Sindir Ditjen Pajak, Faisal Basri: Tak Tersentuh Kecuali oleh Tuhan

Sindir Ditjen Pajak, Faisal Basri: Tak Tersentuh Kecuali oleh Tuhan

Whats New
Ini Pemilik Ritz Carlton, Hotel Mewah yang Viral karena Pesta Ultah Anak Sekda

Ini Pemilik Ritz Carlton, Hotel Mewah yang Viral karena Pesta Ultah Anak Sekda

Whats New
Ini Progres Terbaru Jalan Tol Puncak yang Telan Biaya Rp 24,37 Triliun

Ini Progres Terbaru Jalan Tol Puncak yang Telan Biaya Rp 24,37 Triliun

Whats New
Sri Mulyani Pastikan Gaji Ke-13 ASN Cair Juni 2023

Sri Mulyani Pastikan Gaji Ke-13 ASN Cair Juni 2023

Whats New
Permintaan Uang di Bangka Belitung Diproyeksikan Turun Rp 200 Miliar

Permintaan Uang di Bangka Belitung Diproyeksikan Turun Rp 200 Miliar

Whats New
Data dan Teknologi bagai Pisau Bermata Dua bagi Merek

Data dan Teknologi bagai Pisau Bermata Dua bagi Merek

Whats New
Kredit UMKM Tumbuh, tapi Masih Ada Beragam Tantangan

Kredit UMKM Tumbuh, tapi Masih Ada Beragam Tantangan

Whats New
Sri Mulyani: UMKM di Era Digital Harus Mampu Berinovasi dan Membaca Data

Sri Mulyani: UMKM di Era Digital Harus Mampu Berinovasi dan Membaca Data

Whats New
Waspada Hoaks Pengumuman Panggilan 'Interview' Calon Karyawan Bulog

Waspada Hoaks Pengumuman Panggilan "Interview" Calon Karyawan Bulog

Whats New
Kontroversi Bapanas: Polemik Impor Beras dan Harga Gabah

Kontroversi Bapanas: Polemik Impor Beras dan Harga Gabah

Whats New
Menteri PANRB: THR untuk ASN, TNI, Polri, Pensiunan Dapat Gerakkan Ekonomi

Menteri PANRB: THR untuk ASN, TNI, Polri, Pensiunan Dapat Gerakkan Ekonomi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+