Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadapi Tantangan Ekonomi Global 2023, Ini 5 Bauran Kebijakan BI

Kompas.com - 01/12/2022, 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah menyusun bauran kebijakan untuk 2023 yang akan terus diarahkan untuk memperkuat ketahanan, pemulihan, dan kebangkitan perekonomian Indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang akan melambat dan risiko terjadinya resesi di beberapa negara.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, terdapat 5 bauran kebijakan di 2023 berupa 1 kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas atau pro-stability.

Kemudian, 4 kebijakan lainnya yaitu kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar keuangan, dan kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau yang diarahkan untuk dan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional atau pro-growth.

"Perkenankan kami menyampaikan arah bauran kebijakan BI 2023, dengan berlanjutnya gejolak global kebijakan moneter tetap akan kami arahkan pada stabilitas pro stability dan 4 kebijakan lain kami arahkan mendorong pertumbuhan ekonomi pro growth," ujarnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, Rabu (31/11/2022).

Baca juga: Ramalan BI soal Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun Depan

Berikut penjelasan lebih rinci terkait bauran kebijakan BI tahun 2023:

1. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter BI pada 2023 akan difokuskan pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi agar kembali ke sasaran lebih awal sebagai bagian dari langkah mitigasi terhadap dampak rambatan gejolak global, serta dukungan terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI akan secara konsisten melanjutkan respons kebijakan suku bunga melalui kalibrasi secara terukur, perencanaan yang matang, dan dikomunikasikan secara transparan untuk memastikan tercapainya sasaran inflasi inti lebih awal yaitu pada Semester I 2023.

"Kebijakan suku bunga front loaded preemptive secara terukur untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang sangat tinggi dan memastikan inflasi inti akan kembli ke sasaran 3 plus minus 1 persen lebih awal yaitu pada Semester I 2023," ucapnya.

Besaran dan waktu respons kebijakan suku bunga tersebut didasarkan pada perkembangan ekspektasi inflasi dan inflasi inti, dibandingkan dengan perkiraan awal dan sasaran yang akan dicapai.

2. Kebijakan Makroprudensial

Kebijakan makroprudensial longgar akan tetap dilanjutkan untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas dan UMKM guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengembangkan inklusi ekonomi dan keuangan hijau.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+