Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dongkrak Produktivitas Gula Nasional, Petrokimia Gresik Gandeng SGN

Kompas.com - 07/12/2022, 14:40 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Dalam rangka memperluas manfaat dari program Makmur, Petrokimia Gresik bersinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sebagai entitas sub holding gula PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group.

Agenda tersebut sekaligus upaya dari Petrokimia Gresik bersama stakeholder, guna meningkatkan hasil panen tebu untuk mendongkrak produktivitas gula nasional. Dengan penandatanganan kerja sama (MoU) dilaksanakan oleh Direktur Utama Petrokimia Dwi Satriyo Annurogo, bersama Direktur SGN Suhendri di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum lama ini.

Mengacu data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas gula pada tahun 2021 berada diangka 2,35 juta ton, sementara kebutuhan gula tahun 2022 mencapai 6,48 juta ton. Dengan rincian, sebanyak 3,21 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) untuk konsumsi langsung atau rumah tangga, sedangkan sebanyak 3,27 juta ton Gula Kristal Rafinansi (GKR) untuk bahan baku industri.

Baca juga: Erick Thohir: Hilirisasi Industri Gula Harus Jadi Kenyataan

"Melihat adanya gap antara kebutuhan dan produktivitas gula nasional, Petrokimia Gresik semakin termotivasi untuk memperluas jangkauan dari manfaat program Makmur dengan menggandeng SGN. Karena realisasi di berbagai daerah, program Makmur telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya tebu,” ujar Dwi Satriyo, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (7/12/2022).

Program Makmur merupakan inisiasi dari Kementerian BUMN RI di bawah komando Erick Thohir, dilaksanakan oleh Pupuk Indonesia Grup, termasuk Petrokimia Gresik. Program Makmur menciptakan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan menggandeng sejumlah stakeholder, di antaranya lembaga perbankan yang memberikan bantuan modal bagi petani, lembaga asuransi, hingga off taker pertanian.

Sementara dalam kerjasama yang dilakukan bersama SGN, Petrokimia Gresik bakal melakukan pendampingan budidaya dan menyiapkan agro input pertanian. Sementara PT SGN berperan sebagai off taker atau pembeli tebu hasil program Makmur, untuk kemudian memberikan jaminan pasar kepada para petani yang tergabung.

Dalam rentang tahun 2022 yang tinggal menyisakan beberapa hari, Petrokimia Gresik telah menjalankan program Makmur di lahan seluas 91.927 hektare. Adapun luasan lahan tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dengan beragam komoditas. Dengan realisasi terbesar program Makmur, berada pada komoditas tebu.

Untuk komoditas tebu, dengan luasan mencapai 46.687 hektare atau lebih dari 50 persen dari capaian program Makmur secara keseluruhan. Sementara realisasi bersama anak perusahaan PTPN III Holding untuk komoditas tebu, mencapai luas areal tanam 36.992 hektare dengan jumlah petani sebanyak 6.548 orang.

"Untuk bisa menghasilkan produktivitas dan rendemen yang tinggi, maka dibutuhkan sarana maupun prasarana pertanian seperti pupuk dan pestisida yang berkualitas, serta budidaya yang tepat. Di sinilah salah satu peran dari Petrokimia Gresik, hadir melalui program Makmur,” ucap Dwi Satriyo.

Baca juga: Erick Thohir Upayakan Gula Bisa Jadi Bahan Bakar Bioetanol

Dwi Satriyo menambahkan, inovasi yang dilakukan melalui program Makmur juga bakal meningkatkan motivasi petani untuk menanam tebu, sehingga lahan tebu semakin luas dan produktivitas semakin tinggi. Salah satu motivasi yang ditebarkan kepada petani dalam program Makmur adalah, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Usul Otoritas Pengawas Koperasi, Teten: Saya Sudah Sampaikan ke Presiden Jokowi

Whats New
Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Pupuk Kaltim Gandeng GOKPL untuk Penuhi Pasokan Gas Bumi di Proyek Pabrik Urea Papua Barat

Whats New
Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Rekam Jejak Dwi Pranoto dan Filianingsih, Calon Deputi Gubernur BI yang Diusulkan Jokowi

Whats New
Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Dorong Kota-kota Besar Bangun LRT dan MRT, Jokowi: Kalau Tidak, Nanti Keduluan Macet

Whats New
Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

Dari Aktivasi Kartu hingga Buka Blokir, Begini Cara Atur Kartu Kredit Melalui BCA mobile

BrandzView
Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Anggarkan Capex Rp 5,6 Triliun, Berikut Target Proyek Medco Energi Tahun 2023

Whats New
Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Berharap Budaya Naik Angkutan Umum Dikembangkan

Whats New
Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar pada 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar pada 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+