Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil Riset: Industri Transportasi dan Logistik Online Terus Tumbuh, Gojek Paling Diminati

Kompas.com - 08/12/2022, 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri transpotasi dan logistik online terus tumbuh, seiringa fenomena percepatan adopsi teknologi selama pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dalam hasil riset yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bertajuk “Tren Industri Persepsi Konsumen Jasa Transportasi dan Logistik Online: Transportasi dan Logistik Online Terbukti Tangguh di Gejolak Ekonomi”.

Seiring dengan semakin membaiknya penanganan pandemi, hasil riset menyebutkan, terjadi peningkatan penggunaan transportasi online meski tanpa promo, seiring dengan mobilitas masyarakat yang pulih. Oleh karenanya, sektor transportasi dan logistik online diproyeksi resilien dan mampu tumbuh di tengah tantangan ekonomi.

Baca juga: ARB Berjilid-jilid Berlanjut, Saham GOTO Kini Setara Rp 100 Per Lembar

"Permintaan pada layanan transportasi online cenderung stabil dan bahkan meningkat setelah pelonggaran pembatasan mobilitas seperti saat ini dengan frekuensi pemakaian setiap pengguna rata rata 4-12 kali setiap minggunya," ujar Direktur Riset Indef, Esther Sri Astuti Soeryaningrum, dalam diskusi online, dikutip Kamis (8/12/2022)

Hasil riset itu menyebutkan, layanan transportasi online diauki telah menjadi kebutuhan sehari-hari konsumen. Bahkan, mayoritas responden (60,03 persen) mengaku setuju untuk meningkatkan penggunaan layanan ojek online setelah pandemi.

Data yang sama ditunjukan oleh para pengguna jasa layanan logistik online. Bahkan untuk layanan jasa logistik online, lebih banyak lagi responden (92,24 persen) yang setuju untuk meningkatkan penggunaan layanan logistik online setelah pandemi.

Dalam riset yang sama disebutkan, Gojek menjadi aplikasi penyedia jasa transportasi online dan logistik online yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Meskipun konsumen mempunyai lebih dari satu aplikasi transportasi online dan logistik di dalam ponsel pintarnya, Gojek menjadi brand dengan tingkat kepuasan tertinggi dari konsumen.

Diketahui sebanyak 82 persen pengguna transportasi online memilih menggunakan Gojek. Sementara pengguna transportasi online yang memilih menggunakan Grab ada sebesar 53 persen, Maxim 19,6 persen dan InDriver (4,9 persen).

Pengguna transportasi online menyatakan keamanan layanan menjadi prioritas paling penting di atas keterjangkauan harga. Dengan menggunakan skala 1-4, konsensus responden memberikan nilai tertinggi untuk aspek keamanan dengan nilai 3,59, kualitas layanan (kenyamanan berkendara dan kemudahan penggunaan aplikasi) sebesar 3,50, dan layanan yang mendukung produktivitas senilai 3,49.

Sedangkan untuk segmen logistik online, pelaku UMKM dan pedagang daring mayoritas juga memilih menggunakan Gojek (GoSend) dengan porsi sebesar 64 persen, diikuti Grab (42 persen), ShopeeXpress (28 persen), Lalamove (18,7 persen), AnterAja (10,9 persen), NinjaXpress (7,8 persen), dan Deliveree (5,4 persen).

Untuk layanan logistik online, pedagang daring memprioritaskan kualitas layanan terutama kecepatan pengantaran barang. Konsensus responden memberikan nilai tertinggi untuk kualitas pelayanan (kemudahan penggunaan aplikasi) sebesar 3,59, kualitas pelayanan (layanan yang efisien) dengan nilai 3,52, dan keamanan layanan (keamanan pengantaran, asuransi, dan pengantaran barang yang higienis) dengan nilai 3,36.

Baca juga: Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

3 Strategi Kemenperin Kejar Target Transaksi Belanja Produk Dalam Negeri Rp 250 Triliun

Rilis
KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

KLHK Luncurkan Amdalnet untuk Permudah Perizinan Lingkungan

Whats New
Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Tak Berbanding Lurus dengan Penurunan Kemiskinan karena Disrupsi Pekerjaan Pasca Pandemi

Whats New
Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Kemenhub Alokasikan Anggaran Rp 774 Miliar untuk Subsidi Angkutan Perintis 2023

Whats New
Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Uji Coba Bayar Tol Tanpa Berhenti di Tol Bali-Mandara Hanya Untuk Kendaraan Roda Empat

Whats New
Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Posisi Utang Pemerintah Rp 7.733 Triliun, Porsi Asing Semakin Sedikit

Whats New
Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Indeks Persepsi Korupsi RI Menurun, Kepala Bappenas: Ini Alarm bagi Kita Semua

Whats New
Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Selain ASN, TNI dan Polri Kini Wajib Lapor Harta Kekayaan

Whats New
Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Ada MinyaKita, Omzet Produsen Minyak Goreng Premium Turun Drastis

Whats New
Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Temukan 500 Ton MinyaKita Belum Didistribusikan, Mendag Zulhas Minta Segera Disebar ke Pasar di Wilayah Jawa

Whats New
Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Pemerintah akan Tarik Utang Rp 696,4 Triliun di 2023

Whats New
Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Disinggung Jokowi soal Pendanaan Smelter, Bos BCA: Pembangunannya Membutuhkan Dana Besar

Whats New
Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Harga Bitcoin dan Ethereum Menguat Lebih dari 30 Persen sejak Awal 2023

Whats New
Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN: RI Butuh Waktu 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Whats New
Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Mendag Zulhas Minta Satgas Pangan Tindaklanjuti Temuan 500 Ton yang Tak Disalurkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+