Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Defisit APBN 2022 Bisa Susut Jadi 2,8 Persen dari PDB, Kemenkeu: Modal Baik untuk 2023

Kompas.com - 09/12/2022, 06:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memproyeksi defisit APBN bisa mencapai di 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2022. Proyeksi itu lebih rendah dari perkiraan pemerintah sebelumnya.

Pada Peraturan Presiden (Perpres) 98 Tahun 2022, pemerintah sempat mematok defisit APBN di tahun ini sebesar 4,5 persen dari PDB. Namun pada proyeksi di Juli 2022 lalu, pemerintah sempat memperkirakan defisit di 3,92 persen dari PDB.

"Nanti kita lihat, ini bisa di 2,8 persen atau lebih rendah lagi," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Target Defisit APBN 2023 Turun, Pembiayaan Utang Susut Jadi Rp 696,3 Triliun

Menurutnya, defisit yang lebih rendah dari target itu karena didorong kinerja positif penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga di kisarab 5 persen. Hingga 6 Desember 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu mencatat penerimaan pajak sudah mencapai Rp 1.580 triliun.

Capaian itu sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 1.485 triliun dalam Perpres 98 Tahun 2022. Artinya, realisasi penerimaan pajak sejauh ini sudah mencapai sekitar 106,4 persen dari target.

Baca juga: Jokowi Patok Defisit APBN Tahun Depan Maksimal Rp 598,2 Triliun


Selain itu, proyeksi defisit yang lebih rendah juga seiring dengan realisasi defisit APBN pada Oktober 2022 yang hanya sebesar 0,91 persen dari PDB.

"Jadi kita on track defisit lebih rendah dari yang diprediksi di awal. Ini tentunya karena pertumbuhan ekonomi baik dan penerimaan juga baik. Ini kami jadikan modal yang baik untuk 2023," tutup Febrio.

Baca juga: BI: Tahun 2030, Lebih 30 Persen PDB Indonesia dari Ekonomi Keuangan Digital

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+