BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Lewat HR Summit 2022, AAJI Dukung Kesiapan SDM Industri Asuransi Hadapi Era Digital

Kompas.com - 12/12/2022, 20:11 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Human Resource (HR) Summit bertajuk “Future of Work” di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (7/1/2022).

Agenda tahunan praktisi human resource perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI itu diselenggarakan guna membuka wawasan sekaligus sebagai media untuk bertukar informasi tentang perkembangan terkait aspek sumber daya manusia (SDM).

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM serta Research and Development (R&D) AAJI David Nolan mengatakan bahwa pemilihan tema tersebut didasari dengan perubahan kebiasaan di dunia kerja saat ini.

Baca juga: AAJI: Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp 128,09 Triliun per Kuartal III-2022

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 mengubah sebagian besar aktivitas dan perilaku masyarakat menjadi berbasis internet atau internet of things (IoT).

Kondisi itu pun mendorong industri keuangan, khususnya asuransi, untuk berinovasi dan bertransformasi dalam berbagai aspek, termasuk lewat pengembangan SDM.

“Saatnya industri asuransi mengembangkan SDM untuk dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang dinamis,” ujar David dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (8/12/2022).

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM serta R&D AAJI David Nolan dalam HR Summit 2022. AAJI Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM serta R&D AAJI David Nolan dalam HR Summit 2022.

Sebagai informasi, HR Summit 2022 menghadirkan sejumlah pembicara. Salah satunya adalah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agus Sugiarto.

Dia menjelaskan, dalam Cetak Biru Pengembangan SDM Sektor Jasa Keuangan 2021-2024, salah satu misi OJK adalah pengembangan SDM sektor jasa keuangan yang berkompetensi digital.

“Misi tersebut dapat dicapai dengan mengidentifikasi kebutuhan digital talent,  mengembangkan kurikulum pendidikan dan pelatihan digital talent, serta mengembangkan kemampuan digital para digital talent itu sendiri,” kata Agus.

Acara dilanjutkan dengan sesi bertajuk “The Impact Of Metaverse In Insurance Industry” yang diisi oleh Chief Officer Executive (CEO) Nusameta Stephen Ng. Pada sesi ini, dia mengupas tuntas sejumlah hal, yakni tren, tantangan, dan peluang dalam ranah SDM pada era metaverse.

Baca juga: Digitalisasi Asuransi, Solusi Meningkatkan Penetrasi Asuransi Jiwa di Indonesia

Pembicara berikutnya adalah Chief Operating Officer (COO) HONO HR Randeep Singh. Mengangkat tema “People Analytics”, Randeep menilai bahwa SDM merupakan aset berharga yang dapat membantu perusahaan untuk berkembang dan menghadapi tantangan bisnis.

“Divisi HR harus mampu mengumpulkan dan mengolah data karyawan sehingga dapat mendorong pengembangan karyawan (employee development),” ujar Randeep.

Strategi pengembangan yang dilakukan secara cermat, lanjut dia, dapat melahirkan SDM unggul yang memberikan manfaat besar, baik bagi karyawan itu sendiri, manajer SDM, maupun perusahaan.

Sementara itu, pembahasan berikutnya mengangkat tema “Key People Consideration in Merger and Acquisition and Separation and Talent Trend”. Materi ini diisi Principal Mergers and Acquisitions (M&A) Advisory Mercer Indonesia Candy Dai dan Commercial Director Mercer Indonesia Isdar Andre Marwan.

Candy mengatakan, ranah talenta di industri asuransi mengalami perubahan seiring kondisi global talent.

“Pada 2022, praktisi SDM menghadapi berbagai tantangan. Mereka dituntut untuk mempercepat peningkatan inovasi agar (perusahaan) dapat beradaptasi pada era digital,” jelas Candy.

Isdar menambahkan, peningkatan inovasi tersebut juga dapat menjadi modal bagi perusahaan asuransi untuk menghadirkan layanan kompetitif di pasar.

“Guna mendukung hal itu, perusahaan asuransi perlu merancang jalur karier (career paths) yang tepat serta mengidentifikasi kemampuan dan peran yang sesuai bagi karyawan. Pada akhirnya, perusahaan dapat menciptakan SDM yang dapat memberikan layanan asuransi terbaik kepada pelanggan,” ujar Isdar.

Baca juga: Lewat Insurance Forum 2022, Industri Asuransi Jiwa Indonesia Siap Bertransformasi dan Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Dia menambahkan, salah satu strategi layanan asuransi dalam meningkatkan fokus terhadap pelanggan adalah menghadirkan insurance technology (insurtech) yang mengedepankan teknologi, penawaran fleksibel, dan tarif kompetitif.

“Inovasi tersebut juga menjadi tantangan bagi masyarakat yang belum melek digital. Mereka harus memikirkan strategi untuk dapat bertahan di era digital,” kata Isdar.

Setelah sesi tersebut, acara dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD). Peserta terbagi menjadi empat kelompok bahasan, yakni Culture and Job Fit, Productivity and Rewards, Development, dan Well Being.

Sementara itu, Perwakilan Dewan Pengurus AAJI sekaligus Ketua HR Forum 2022 Eben Eser Nainggolan berharap, gelaran tersebut dapat menjawab kebutuhan industri asuransi dalam meningkatkan SDM yang mampu mewujudkan inovasi berbasis digital.

“Dengan demikian, praktisi HR dapat menciptakan serta menerapkan kebijakan-kebijakan di perusahaan sehingga dapat membentuk SDM dinamis, produktif, terampil, berpengetahuan, dan bertalenta global,” jelas Eben.

Untuk diketahui, gelaran HR Summit AAJI 2022 didukung sejumlah sponsor perusahaan HR, baik nasional maupun internasional, seperti HONO Indonesia, PT Mercer Indonesia, PT Willis Towers Watson Indonesia, PT Veris, PT Momenta Indonesia, PT TMF Indonesia, TMF, Global Excel Indonesia (PT Prima Sarana Jasa), dan PWC Indonesia.


Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com