Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terus Ditelusuri OJK, ke Mana Hilangnya Aset Wanaartha Life?

Kompas.com - 15/12/2022, 05:09 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, pihaknya akan menelusuri aliran aset PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) setelah jumlahnya susut secara signifikan.

Kepala Departemen Pengawasan Khusus IKNB OJK Moch. Muchlasin menerangkan, produk saving plan di Wanaartha Life memang diketahui tidak mencapai hasil yang maksimal.

Hal ini salah satunya disebabkan karena Wanaartha Life hanya melaporkan sebagian premi nasabah yang masuk.

"Maka yang sebagian tidak dilaporkan itu dipakai untuk membayar klaim," kata dia dikutip dari program B-Talk Kompas TV, Selasa (13/12/2022).

Baca juga: Menakar Dampak Pencabutan Izin Wanaartha Life dan Pengawasan 13 Perusahaan Asuransi

"Jadi sudah ada premi yang digunakan untuk membayar klaim," imbuh dia,

Ia menambahkan, pembayaran klaim menggunakan premi nasabah lain ini terus berlanjut.

Selain itu, terkait adanya dugaan premi nasabah masuk ke kantong pemegang saham dan pihak lainnya, Muchlasin terus berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) RI.

"Kami juga akan melakukan penelusuran," ujar dia.

Muchlasin menerangkan, nantinya salah satu tugas dari tim likuidasi memang melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap larinya aset Wanaarta Life hingga saat ini.

Sedikit catatan, tim likuidasi sendiri memiliki masa kerja selama dua tahun. Setelah itu, masa kerjanya dapat ditambah dua tahun kembali.

Sebelumnya, Bareskrim RI menyebut, pihaknya telah mengejar aset senilai Rp 1,4 triliun yang dikantongi anak bungsu dari pemilik Wanaartha Life.

Kepala Sub Direktorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Bareskrim Polri Kombes Pol Ma'mun menyampaikan, saat ini pihaknya tengah berupaya mencari anak bungsu dari salah satu pemilik Wanaartha Life yang berada di luar negeri.

"Anaknya yang paling kecil punya rekening sebesar Rp 1,4 triliun," ujar dia.

Sebagai informasi, OJK telah mencabut izin usaha perusahaan asuransi Wanaartha Life pada Senin (5/12/2022).

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2020, Wanaartha Life sendiri dilaporkan memiliki tanggungan (liabilitas) sebesar Rp 15,84 triliun. Namun demikian, aset perusahaan yang saat ini diketahui tidak sampai Rp 270 miliar.

Adapun saving plan adalah salah satu jenis produk asuransi yang menawarkan asuransi jiwa dalam jangka waktu tertentu sekaligus manfaat tabungan atau investasi yang dapat dicairkan.

Baca juga: Siap-siap, OJK Bakal Sisir Produk Saving Plan di Perusahaan Asuransi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

Whats New
Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Whats New
ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

Whats New
Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

Whats New
KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

Whats New
Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

Whats New
LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

Whats New
Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Whats New
BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

Work Smart
Pindah ke IKN, 1 Orang ASN Dapat 1 Unit Apartemen, kecuali yang Jomlo

Pindah ke IKN, 1 Orang ASN Dapat 1 Unit Apartemen, kecuali yang Jomlo

Whats New
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di Asia Tenggara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jadi Bandara Tersibuk di Asia Tenggara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com