Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stok Bahan Bakar AS Turun hingga Kekhawatiran Ekonomi Bikin Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari 1 Persen

Kompas.com - 06/01/2023, 07:18 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (5/1/2023) waktu setempat atau Jumat pagi waktu Indonesia/WIB. Kenaikan harga minyak mentah dunia terjadi setelah membukukan penurunan terbesar dalam dua hari terakhir.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 1,7 persen menjadi 79,15 dollar AS per barrel, sementara West Texas Intermediate AS naik 1,8 persen menjadi 74,13 dollar AS per barrel.

Harga minyak naik hampir 2 persen pada perdagangan Kamis, setelah data AS menunjukkan persediaan bahan bakar yang lebih rendah. Hal ini memberikan dukungan pada harga minyak mentah dunia, namun kekhawatiran ekonomi membatasi kenaikan harga.

Baca juga: Kekhawatiran Covid-19 di China Jadi Penyebab Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 5 Persen

Namun demikian, penurunan besar yang terjadi dalam dua hari sebelumnya didorong oleh kekhawatiran tentang resesi global, terutama adanya tanda-tanda ekonomi jangka pendek di dua konsumen minyak terbesar dunia, Amerika Serikat dan China yang tampak melemah.

Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok bensin AS turun 346.000 barrel minggu lalu, atau lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi analis, yakni penurunan 486.000 barrel.

EIA juga mencatat, stok sulingan yang meliputi solar dan minyak pemanas, turun 1,4 juta barrel dalam seminggu, lebih besar dibandingkan ekspektasi 396.000 barrel. Namun, persediaan minyak mentah naik lebih dari yang diperkirakan sebesar 1,7 juta barrel, sementara ekspektasi analis untuk kenaikan 1,2 juta berrel.

Baca juga: Erick Thohir: Penyesuaian Harga BBM Non-subsidi karena Penurunan Harga Minyak Dunia

 


Pernyataan dari operator pipa AS Colonial Pipeline, yang sebelumnya menutup jalur 3 untuk pemeliharaan, rencananya akan dibuka kembali pada 7 Januari 2023. Tamas Varga broker minyak PVM mengatakan rebound harga di awal sesi disebabkan oleh penutupan pipa.

“Tidak ada keraguan bahwa saat ini tren harga minyak dunia sedang turun, dan pasar dalam kondisi bearish,” ujar Tamas Varga.

Pada hari Rabu, angka-angka yang menunjukkan manufaktur AS berkontraksi lebih lanjut pada bulan Desember menekan harga minyak, begitu pula dengan kekhawatiran tentang gangguan ekonomi karena Covid-19 menyebar melalui China, yang tiba-tiba menurunkan pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas.

“Pandemi China dan tantangan pembukaan kembali membebani pasar,” kata Norbert Rücker, analis di bank swasta Swiss Julius Baer.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Whats New
Konflik Iran-Israel Menambah Risiko Pelemahan Rupiah

Konflik Iran-Israel Menambah Risiko Pelemahan Rupiah

Whats New
Kemenhub Mulai Hitung Kebutuhan Formasi ASN di IKN

Kemenhub Mulai Hitung Kebutuhan Formasi ASN di IKN

Whats New
BEI: Eskalasi Konflik Israel-Iran Direspons Negatif oleh Bursa

BEI: Eskalasi Konflik Israel-Iran Direspons Negatif oleh Bursa

Whats New
IHSG Turun 1,11 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.260

IHSG Turun 1,11 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.260

Whats New
IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

Whats New
Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Whats New
Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com