Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Perbedaan Resesi dan Stagflasi?

Kompas.com - 14/01/2023, 11:15 WIB
Muhammad Choirul Anwar

Penulis


KOMPAS.com – Diketahui bersama, ancaman resesi ekonomi 2023 menjadi salah satu topik yang menarik perhatian dalam beberapa waktu belakangan. Lantas, apa perbedaan resesi dan stagflasi?

Stagflasi dan resesi adalah dua situasi yang seolah mirip, namun sebenarnya berbeda. Artinya, arti stagflasi adalah tidak sama dengan resesi.

Artikel ini akan memberikan ulasan mengenai perbedaan resesi dan stagflasi lengkap dengan beberapa penyebab terjadinya situasi tersebut.

Baca juga: Stagflasi: Definisi, Penyebab, Akibat, dan Contohnya

Pengertian resesi

Dikutip dari Investopedia pada Sabtu (14/1/2023), resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, meluas, dan berkepanjangan.

Aturan praktis yang umum adalah bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negatif selama dua kuartal berturut-turut berarti resesi, meskipun formula yang lebih kompleks juga digunakan.

Secara teknis, negara dengan pertumbuhan ekonomi atau PDB minus dalam periode dua kuartal berturut-turut disebut sebagai negara yang mengalami resesi.

Baca juga: Resesi Ekonomi: Definisi, Penyebab, dan Dampaknya

Pengertian stagflasi

Berbeda dengan resesi, stagflasi adalah siklus ekonomi yang ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan tingkat pengangguran yang tinggi disertai dengan inflasi.

Dengan kata lain, stagflasi ekonomi adalah kombinasi dari tiga hal negatif yakni pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, pengangguran yang lebih tinggi, dan harga yang lebih tinggi.

Pembuat kebijakan ekonomi menemukan kombinasi ini sangat sulit untuk ditangani, karena upaya untuk mengoreksi salah satu faktor dapat memperburuk faktor lainnya.

Baca juga: Apa Itu Inflasi? Pahami Pengertian, Penyebab, dan Dampak Inflasi

Faktor penyebab resesi dan stagflasi

Banyak teori ekonomi mencoba untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana perekonomian mengalami resesi. Teori-teori ini dapat dikategorikan secara luas sebagai ekonomi, keuangan, psikologis, atau kombinasi dari faktor-faktor ini.

Beberapa ekonom fokus pada perubahan ekonomi, termasuk pergeseran struktural dalam industri, sebagai hal yang paling penting.

Misalnya, lonjakan harga minyak yang tajam dan berkelanjutan dapat meningkatkan biaya ekonomi, yang menyebabkan resesi.

Beberapa teori mengatakan faktor keuangan menyebabkan resesi. Teori-teori ini berfokus pada pertumbuhan kredit dan akumulasi risiko keuangan selama masa ekonomi yang baik, kontraksi kredit dan jumlah uang beredar saat resesi dimulai, atau keduanya.

Baca juga: Apa Itu Ekonomi Syariah? Simak Pengertian, Karakteristik dan Tujuannya

Monetarisme, yang mengatakan bahwa resesi disebabkan oleh pertumbuhan pasokan uang yang tidak mencukupi, adalah contoh yang baik dari jenis teori ini.

Teori lain mengenai penyebab resesi ekonomi berfokus pada faktor psikologis, seperti kegembiraan yang berlebihan selama ledakan ekonomi dan pesimisme mendalam selama penurunan untuk menjelaskan mengapa resesi terjadi dan bertahan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Whats New
Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Whats New
Melemahnya Rupiah Bisa Bikin Harga Bawang Putih dan Kedelai Naik

Melemahnya Rupiah Bisa Bikin Harga Bawang Putih dan Kedelai Naik

Whats New
Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Sektor Teknologi Bangkit, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Whats New
Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Naik 35 Persen, Tol Trans Sumatera Dilintasi 2,1 Juta Kendaraan Selama Libur Lebaran

Whats New
KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

KAI Layani 4,39 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024, Lebih Sedikit dari Perkiraan Kemenhub?

Whats New
[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

[POPULER MONEY] Harga Bitcoin Pasca Halving | Lowongan Kerja untuk Lansia

Whats New
BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

BLT Rp 600.000 Tak Kunjung Cair, Menko Airlangga: Tidak Ada Kendala, Tunggu Saja...

Whats New
AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com