Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Ungkap 2 Masalah Besar di Daerah, Pemda Diminta Hati-hati

Kompas.com - 17/01/2023, 12:42 WIB
Ade Miranti Karunia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ada dua masalah besar di daerah yang bisa menghambat investasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakornas Forkopimda) yang berlangsung di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023).

"Perlu saya sampaikan agar investasi ini perlu menjadi perhatian untuk kita semuanya. Jangan lagi ada izin berbulan-bulan," kata Jokowi.

Baca juga: Minta Kepala Daerah Sering ke Pasar, Jokowi: Sudah Tak Musim yang Namanya ABS!

Menurut Jokowi, dua masalah besar di daerah yakni pengelolaan tata ruang dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau sebutan lainnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Mengenai tata ruang, Jokowi mengatakan hampir separuh daerah belum menyelesaikan masalah tersebut.

"Hati-hati, ada dua masalah besar yang kita hadapi di daerah. Yang pertama, mengenai tata ruang. Ini problem besar bagi investasi kita semua. KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang), ini mengenai tata ruang, menjadi problem bagi separuh daerah. Separuh daerah kita ini masih belum menyelesaikan KKPR-nya. Sehingga saya minta, di sini ada ketua DPRD agar dengan pemda segera menyelesaikan urusan ini," kata Jokowi.

Baca juga: Jokowi Sindir Kepala Daerah yang Naikkan Tarif PDAM Lebih 100 persen


Masalah IMB atau PBG juga perlu ditangani lebih cepat. Oleh sebab itu, kedua masalah disebut harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama dengan DPRD.

"Yang kedua urusan investasi ini adalah masalah, kalau dulu namanya IMB, kalau sekarang PBG/Persetujuan Bangunan Gedung. Dua hal ini yang masih menjadi problem besar kita yang harus kita selesaikan dengan kecepatan," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebutkan realisasi investasi pada 2022 sebesar Rp 1.207 triliun, atau lebih tinggi dari target yang dipatok Rp 1.200 triliun. Dengan pencapaian tersebut kata Jokowi, terciptalah 1,3 juta lapangan kerja.

"Karena bisa menciptakan 1,3 juta lapangan kerja. Sehingga sekali lagi, investasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kita," ucapnya.

Baca juga: Kembali Singgung Pemda, Jokowi Sebut Masih Ada Rp 123 Triliun Dana APBD Mengendap di Bank

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Allianz Syariah Cetak Kontribusi Peserta Baru Rp 870 Miliar pada 2023

Whats New
Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Konsumsi Elpiji 3 Kg Diproyeksi Bengkak 4,4 Persen di 2024

Whats New
LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

LPS Sebut Tapera Bakal Pengaruhi Daya Beli Masyarakat

Whats New
Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Kelancaran Transportasi Jadi Tantangan di RI, RITS Siap Kerja Sama Percepat Implementasi MLFF

Whats New
Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Sebelum Kembali ke Masyarakat, Warga Binaan Lapas di Balongan Dibekali Keterampilan Olah Sampah

Whats New
TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

TLPS Pertahankan Tingkat Suku Bunga Penjaminan

Whats New
BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com