Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Negara Protes RI Larang Ekspor Bauksit, Bahlil: Itu Urusan Mereka

Kompas.com - 17/01/2023, 21:20 WIB
Ade Miranti Karunia,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah melarang ekspor bahan baku bijih nikel. Bagaimana dengan bauksit yang turut dilarang serta dampaknya?

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, bila tidak ada larangan ekspor bijih nikel dan bauksit maka hilirisasi tidak akan terjadi di Indonesia.

Terkait adanya negara yang merasa tidak setuju dengan larangan tersebut, lanjut Bahlil, Pemerintah Indonesia tidak mempermasalahkannya. Karena hilirisasi menjadi jalan bagi Republik Indonesia (RI) untuk menjadi negara maju.

Baca juga: Ekspor Bauksit Bakal Disetop, Menteri ESDM: Pabriknya Saja Masih Berantakan

"Saya berpendapat bahwa Bapak Presiden Jokowi sudah memutuskan hilirisasi adalah pintu gerbang untuk menuju perubahan terhadap Indonesia dari negara berkembang untuk menjadi negara maju," katanya dalam Konferensi Pers Hilirisasi Kunci dan Tantangan Investasi, Selasa (17/1/2023).

"Bahwa setuju atau tidak setuju, itu urusan mereka (negara luar yang menuntut atau menolak). Kita ini bukan lagi pemerintah yang harus memuaskan semua orang global. Bahwa ada yang setuju atau tidak setuju biasa saja," lanjut dia.

Mantan Ketua Hipmi ini bilang, terpenting apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak merugikan semua pihak.

"Tapi yang terpenting apa yang kita lakukan itu benar, yang penting jangan korupsi, jangan merugikan pemerintah, jangan merugikan rakyat itu juga penting," ucap Bahlil.

Baca juga: Daftar Daerah Penghasil Bauksit di Indonesia Terbesar

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan larangan ekspor bauksit pada 21 Desember 2022. Penghentian itu mulai berlaku pada Juni 2023.

Presiden menyebutkan, dari proses industrialisasi biji bauksit itu, diperkirakan pendapatan negara nantinya bisa naik, yakni dari Rp 21 triliun menjadi Rp 62 triliun.

Jokowi bilang, pemerintah akan terus konsisten melakukan hilirisasi bahan mentah di dalam negeri. Tujuannya, nilai tambah bahan tersebut bisa dinikmati untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Ekspor Bauksit Distop, Pembangunan 12 Smelter Ditarget Rampung Juni 2023

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sambil Makan Durian, Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat

Sambil Makan Durian, Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat

Whats New
Ciptakan Ekosistem Perkebunan yang Kompetitif, Kementan Gelar Kegiatan Skena 

Ciptakan Ekosistem Perkebunan yang Kompetitif, Kementan Gelar Kegiatan Skena 

Whats New
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Tak Naik hingga Juni 2024

Whats New
Konflik Iran-Israel Menambah Risiko Pelemahan Rupiah

Konflik Iran-Israel Menambah Risiko Pelemahan Rupiah

Whats New
Kemenhub Mulai Hitung Kebutuhan Formasi ASN di IKN

Kemenhub Mulai Hitung Kebutuhan Formasi ASN di IKN

Whats New
BEI: Eskalasi Konflik Israel-Iran Direspons Negatif oleh Bursa

BEI: Eskalasi Konflik Israel-Iran Direspons Negatif oleh Bursa

Whats New
IHSG Turun 1,11 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.260

IHSG Turun 1,11 Persen, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.260

Whats New
IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

Whats New
Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Whats New
Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com