Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Konektivitas Transportasi Laut, Kemenhub Siapkan Rp 119 Triliun

Kompas.com - 19/01/2023, 14:39 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus mendorong penggunaan dana alokasi khusus (DAK) untuk peningkatan sektor transportasi laut. Pada tahun ini dialokasikan Rp 119 miliar untuk DAK transportasi perairan.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Arif Toha mengatakan, penggunaan dana DAK tersebut tersebar pada 20 pelabuhan di 12 kota/kabupaten dan 3 provinsi. Penetapan penggunaan DAK itu telah melalui tahap penilaian awal, sinkronisasi dan harmonisasi, dan rencana kegiatan.

"Kegiatan DAK di tahun 2023 ini masih berfokus pada kegiatan rehabilitasi fasilitas pelabuhan, sesuai arahan dan ketentuan dari Kementerian PPN/Bappenas," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (19/1/2023).

Baca juga: India dan Arab Saudi Minat Kembangkan Bandara Kertajati, Kemenhub Pararel Benahi Infrastukturnya

Menurut dia, DAK bidang transportasi perairan memiliki peranan penting sebagai instrumen pendukung untuk mencapai peningkatan rasio konektivitas pada sektor transportasi laut secara nasional. Oleh sebab itu, penggunaannya harus optimal.

Pada 2022, pemerintah menetapkan anggaran DAK transportasi perairan sebesar Rp 81,5 miliar. Tercatat, rata-rata realisasi fisik sebesar dari penggunaa DAK tersebut sebesar 88,8 persen dan realisasi keuangan pada sub sektor perhubungan laut sebesar 82 persen.

Pengunaan DAK tahun lalu itu berfokus pada 6 provinsi, yang dalam pelaksanannya telah dilakukan di 19 lokasi pelabuhan yang tersebar di 13 kabupaten/kota dan 1 provinsi.

Arif pun mengapresiasi pemerintah daerah yang penggunaan DAK-ny telah menyelesaikan target fisik mencapai 100 persen pembangunan, khususnya pada daerah dengan kompleksitas jenis pekerjaan yang cukup tinggi.

Baca juga: Rencana LRT Berikutnya, Bakal Lewati Palmerah, Grogol, hingga Bogor

Ketiga pemda yang mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Kemenhub itu yakni Kabupaten Lombok Barat, Kota Tidore Kepulauan, dan Kabupaten Teluk Wondama.

Dia menambahkan, untuk pemda yang sampai dengan saat ini masih belum menyelesaikan target 100 persen dari penggunaan DAK-nya, baik fisik maupun keuangan, diminta untuk segera melakukan percepatan penyelesaian.

"Diharapkan pemda dapat terus melakukan percepatan penyelesaian, koordinasi dengan unit keuangan di masing-masing pemda dalam rangka proses pencairan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan pemberlakuan denda/penalti dan aktif mengkomunikasikan perkembangan dengan kementerian pusat terkait,” kata Arif.

Baca juga: Soal Tarif KRL untuk Orang Kaya Kapan Berlaku, Kemenhub: Masih Didiskusikan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Whats New
Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Whats New
Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Whats New
Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Whats New
Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Whats New
Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Whats New
Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Work Smart
Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Earn Smart
Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Whats New
Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Earn Smart
Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Earn Smart
Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Whats New
Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Whats New
IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com