Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 08/02/2023, 16:49 WIB

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengembangkan program Agro Eduwisata Artala yang berlokasi di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat (Jabar), yang sempat terhenti pada tahun sebelumnya.

Ketua Yayasan Agro Muda Sejahtera di Cipanas Ridha Fuja Andina mengatakan, program Agro Eduwisata Artala dapat terlaksana berkat upaya kelompok tani (poktan) setempat. Anggota poktan melihat bahwa kawasan tersebut telah biasa digunakan sebagai lokasi pelatihan siswa sekolah.

“Kumpulan kelompok tani ini kini dikelola menjadi sebuah yayasan yang mewadahi dan berkolaborasi dengan poktan lainnya. Dari situ muncul ide untuk menyediakan tempat edu wisata. Tujuannya agar tidak hanya menonjolkan objek wisata saja, tapi juga edukasi pertanian,” ungkap Ridha dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (8/2/2023).

Rupanya, kehadiran agro eduwisata tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat, khususnya para petani. Salah satunya adalah Abdullah.

Baca juga: Sinergi Dirjenbun Kementan dan Bupati Kediri Perkuat Pengembangan Perkebunan di Kediri

Warga yang bertempat tinggal di Desa Sindangjaya itu merelakan lahannya untuk digunakan sebagai agro eduwisata.

“Awalnya sempat berbenturan dengan masyarakat yang tidak tahu untuk ke depannya lahan ini akan menjadi apa. Setelah dijelaskan dengan baik berbagai manfaat yang didapat, masyarakat jadi paham dan turun untuk mendukung,” ujar Abdullah.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Agropolitan Wisata Cipanas Mulyadi berharap, agro eduwisata yang kini dikembangkan di Cipanas dapat berkembang dengan lebih pesat dan maju.

Bahkan, warga terlihat antusias dengan pembangunan agro tersebut, karena wisatawan dapat langsung datang ke lokasi untuk memetik sendiri hasil panen yang ada.

“Lahan yang ada di sini begitu istimewa, karena bisa dilakukan tumpeng sari atau pertanaman campuran. Saya berharap program ini dapat bermanfaat bagi petani. Tak hanya itu, kami juga perlu dukungan dari segi pengembangan sumber daya manusia (SDM), yakni bimbingan untuk mengelola agro eduwisata,” jelas Mulyadi.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kementan Fokus Awasi Praktik Alih Fungsi Lahan

Adapun kawasan yang digunakan sebagai agro eduwisata tersebut telah terbiasa digunakan sebagai lokasi pelatihan dan penelitian. Agro tersebut diketahui identik dengan produksi pertanian, khususnya sayur-sayuran. DOK. Humas Kementan Adapun kawasan yang digunakan sebagai agro eduwisata tersebut telah terbiasa digunakan sebagai lokasi pelatihan dan penelitian. Agro tersebut diketahui identik dengan produksi pertanian, khususnya sayur-sayuran.

Sejak 2022, lanjut Mulyadi, kawasan yang telah terbiasa untuk lokasi pelatihan dan penelitian tersebut  identik dengan produksi pertanian, khususnya sayur-sayuran.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komut: Keuangan Asabri Sudah Sehat Kembali

Komut: Keuangan Asabri Sudah Sehat Kembali

Whats New
Erick Thohir Rombak Direksi IFG, Hexana Jadi Dirut, Mantan Bos BTN Jadi Wadirut

Erick Thohir Rombak Direksi IFG, Hexana Jadi Dirut, Mantan Bos BTN Jadi Wadirut

Whats New
Kekhawatiran Krisis Perbankan Mereda, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Kekhawatiran Krisis Perbankan Mereda, Saham-saham di Wall Street Menghijau

Whats New
[POPULER MONEY] Kala Sri Mulyani Singgung Nama Gayus | Pemerintah Bukan Melarang Thrifting, tetapi...

[POPULER MONEY] Kala Sri Mulyani Singgung Nama Gayus | Pemerintah Bukan Melarang Thrifting, tetapi...

Whats New
Jabatan Mari Elka di Bank Dunia Berakhir, Dubes AS: Dia Bukan Sosok Sembarangan di Perekonomian RI

Jabatan Mari Elka di Bank Dunia Berakhir, Dubes AS: Dia Bukan Sosok Sembarangan di Perekonomian RI

Whats New
Lebaran 2023, Penumpang di 15 Bandara AP I Diprediksi Naik Jadi 3,38 Juta

Lebaran 2023, Penumpang di 15 Bandara AP I Diprediksi Naik Jadi 3,38 Juta

Whats New
Bukan Lagi Inalum, Nama Baru MIND ID jadi PT Mineral Industri Indonesia

Bukan Lagi Inalum, Nama Baru MIND ID jadi PT Mineral Industri Indonesia

Rilis
Kemenkop UKM Buka Nomor Pengaduan untuk Pedagang Pakaian Bekas yang Terdampak Kebijakan Impor Ilegal

Kemenkop UKM Buka Nomor Pengaduan untuk Pedagang Pakaian Bekas yang Terdampak Kebijakan Impor Ilegal

Whats New
Kick Off Food Estate di Papua, Jokowi Minta Pemerintah Beri Kepastian Harga Jual ke Petani

Kick Off Food Estate di Papua, Jokowi Minta Pemerintah Beri Kepastian Harga Jual ke Petani

Whats New
Cara Mengurus SNI untuk UMK, Gratis dan Dapat Pembinaan

Cara Mengurus SNI untuk UMK, Gratis dan Dapat Pembinaan

Whats New
Menkop UKM: Thrifting Membunuh Tukang Jahit, Designer hingga Pembuat Resleting

Menkop UKM: Thrifting Membunuh Tukang Jahit, Designer hingga Pembuat Resleting

Whats New
Tingkatkan Keamanan, PGN Bangun Infrastruktur First Welding Pipa Gas Bumi untuk FajarPaper

Tingkatkan Keamanan, PGN Bangun Infrastruktur First Welding Pipa Gas Bumi untuk FajarPaper

Rilis
Kementan Hibahkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Petani Lampung Selatan

Kementan Hibahkan Bantuan Irigasi Perpompaan untuk Petani Lampung Selatan

Rilis
Ada Subsidi Motor Listrik, Gesits: Peningkatan Produksi Tergantung Permintaan Pasar

Ada Subsidi Motor Listrik, Gesits: Peningkatan Produksi Tergantung Permintaan Pasar

Whats New
'Thrifting' Dinilai Merusak Pasar UMKM

"Thrifting" Dinilai Merusak Pasar UMKM

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+