Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vale Bangun Proyek Smelter Nikel dengan Kapasitas Produksi 73.000 Ton per Tahun di Morowali

Kompas.com - 12/02/2023, 18:10 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (PT BNSI) meresmikan pembangunan proyek pertambangan dan pengolahan nikel rendah karbon terintegrasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Febriany Eddy mengatakan, pihaknya dan mitra mengalokasikan total biaya investasi hingga Rp 37,5 triliun. Adapun, kapasitas produksi smelter nikel ini mencapai 73.000 ton per tahun.

“Kehadiran proyek Morowali ini adalah representasi kami menjadi produsen nikel berkelanjutan bagi Indonesia dengan jejak karbon rendah. Kami akan membawa praktik-praktik pertambangan yang dilakukan di Blok Sorowako ke Morowali," ujar dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (12/2/2023).

Baca juga: Vale Indonesia Produksi 60.090 Metrik Ton Nikel Tahun 2022

Sementara, pabrik pengolahan Vale Indonesia yang berada di Desa Sambalagi Kecamatan Bungku Pesisir, Morowali nantinya akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Pabrik ini akan didukung sumber listrik dari gas alam sehingga akan hemat energi dan ramah lingkungan.

Vale Indonesia sendiri menargetkan mampu mengurangi emisi karbon hingga 33 persen pada tahun 2030.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Vale dan Wakil Presiden Eksekutif bisnis Base Metal Vale Deshnee Naidoo mengatakan, pihaknya akan menghasilkan produksi nikel rendah karbon dengan aman dan berkelanjutan.

"Serta mendukung rantai pasokan domestik untuk bahan transisi energi dan kendaraan listrik," jelas dia.

Baca juga: Gelar RUPSLB, Vale Indonesia Rombak Jajaran Komisaris

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyek smelter nikel ini adalah bentuk dari harapan pemerintah demi terwujudnya hilirisasi sumber daya alam untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini pabrik green smelter pertama yang saya lihat. Berbasis gas LNG, tentu minta dukungan dari Komisi Energi (DPR RI) bahwa ini adalah green energy, green product, dan green mining," ujar dia.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian, proyek Morowali ini telah dinyatakan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah pada 2022.

Baca juga: Mengenal Teknologi HPAL Vale Indonesia untuk Produksi Bahan Baterai Kendaraan Listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com