Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasca "Spin Off", Prudential Syariah Perluas Pangsa Pasar dengan Produk Baru

Kompas.com - 17/02/2023, 09:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) terus meningkatkan kinerja setelah lepas dari perusahaan induknya (spin off) menjadi entitas syariah pada 5 April 2022.

Chief Financial Officer Prudential Syariah Paul Setio Kartono mengatakan, aksi pemisahan atau spin off membuat perusahaan punya keyakinan untuk memperluas bisnis syariah di Indonesia.

"Kami optimistis dengan spin off, peluang memperbesar pangsa pasar sangat terbuka," ujar dia dalam Journalist Workshop di Bogor Jawa Barat, Kamis (16/2/2023).

Ia mencatat, pangsa pasar Prudential Syariah ada sebesar 28-29 persen pada kuartal III-2022.

Baca juga: Prudential Syariah Gandeng PBNU untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Kerja sama dengan NU dan OVO

Paul menjelaskan Prudential Syariah termasuk dalam salah satu perusahan asuransi dengan pangsa pasar besar yang sudah spin off.

"Kita spin off-nya tidak main-main sudah berdiri penuh," imbuh dia.

Selain itu untuk terus meningkatkan pangsa pasarnya, Prudential Syariah telah menjalin kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Prudential Syariah juga bekerja sama dengan beberapa pihak perbankan dan teknologi finansial (fintech) seperti OVO.

Baca juga: Menengok Apa Saja Alasan Masyarakat Memilih Asuransi Syariah?

Rilis produk baru

Paul mengungkapkan, dengan adanya aturan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) yang baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prudential Syariah akan meluncurkan produk-produk baru sepanjang tahun 2023 ini.

Dalam waktu dekat, Prudential Syariah akan meluncurkan produk unit link. Sementara, produk tradisional akan menyusul setelahnya.

"Kami juga punya produk baru inovasi digital yang semoga sukses di tahun 2023, ada beberapa produk PAYDI dan tradisional," ujar dia.

Baca juga: Daftar Kasus Asuransi Gagal Bayar dengan Nilai Fantastis di Indonesia

Literasi keuangan syariah

Paul yakin, industri syariah masih akan tumbuh di tahun 2023. Hal ini lantaran adanya peningkatan kebutuhan masyarakat pasca-pandemi Covid-19.

Di sisi lain, Prudential Syariah juga akan terus menggencarkan literasi keuangan syariah.

Demi meningkatkan pangsa pasar, pihaknya merasa perlu untuk menghadapi tantangan rendahnya literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com