Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ahmad Danu Prasetyo
Peneliti

Danu adalah seorang Analis Senior di OJK Institut. Ia menempuh pendidikan di Keio University, Jepang dan meraih gelar PhD di bidang ekonomi. Sebelum berkarir di OJK, ia adalah seorang pengajar di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Danu memiliki minat untuk meneliti berbagai aspek terkait ekonomi dan keuangan. Beberapa hasil penelitiannya telah dipublikasikan di berbagai Jurnal Nasional dan Internasional.

Tantangan dan Peluang Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan dan Pengawasan Perilaku Pasar

Kompas.com - 27/02/2023, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Usaha-usaha tersebut mulai menampakkan hasil. Dari sisi edukasi dan literasi keuangan, misalnya, data Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan nilai indeks literasi keuangan terus meningkat, mulai dari sebesar 29,70 persen tahun 2016, menjadi 38,03 persen tahun 2019. Tahun 2022 nilainya mencapai 49,68 persen.

Begitupun pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan yang melakukan praktik-praktik curang semakin diperketat. Sepanjang tahun 2022, SWI telah menghentikan kegiatan 895 entitas, dengan rincian 106 entitas investasi ilegal, 698 pinjaman online (pinjol), dan 91 gadai tak berizin (Bareksa.com, 2/1/2023).

Namun harus diakui bahwa masih dibutuhkan langkah-langkah yang lebih jauh lagi dalam melakukan perlindungan kepada masyarakat.

Pengawasan Perilaku Pasar dan Mekanisme Pengaduan

Lahirnya UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan memberikan kewenangan yang lebih kuat kepada OJK untuk melakukan pengawasan perilaku pasar (market conduct). Pengawasan perilaku pasar sangat penting untuk menjaga keadilan dan kompetisi yang sehat di pasar, serta melindungi konsumen dan peserta pasar dari praktik yang merugikan.

Pengawasan terhadap perilaku pasar dilakukan secara onsite dan offsite terhadap berbagai aspek produk dan layanan, mulai dari desain, penyediaan informasi, penyampaian informasi, pemasaran, penyusunan perjanjian, pelayanan after-sales, hingga penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa. Pengawasan tersebut dilakukan melalui mekanisme evaluasi mandiri (self-evaluation), pemeriksaan tematik, pemeriksaan khusus, dan berbagai metode lainnya.

Selain mekanisme yang telah disebutkan di atas, OJK juga menerima pengaduan yang dilayangkan masyarakat melalui berbagai saluran yang disediakan, baik melalui surat tertulis, telepon, email, dan formulir pengaduan online. Semua aduan yang diterima melalui berbagai kanal tersebut kemudian diintegrasikan dalam Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) yang dimiliki OJK.

Pengaduan tersebut akan disalurkan kembali kepada PUJK terkait untuk diselesaikan terlebih dahulu secara internal dalam jangka waktu tidak lebih dari 20 hari kerja. Akan tetapi, OJK tetap akan melakukan investigasi terhadap setiap pengaduan yang dilayangkan konsumen.

OJK juga berwenang untuk memberikan rekomendasi dan saran penyelesaian pengaduan kepada PUJK dengan memperhatikan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dimiliki baik konsumen maupun PUJK, serta memberikan sanksi terhadap setiap pelanggaran perilaku pasar.

Di lain pihak, baik konsumen maupun PUJK berhak untuk melakukan usaha mediasi melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS-SJK) jika tidak tercapai kesepakatan dalam penyelesaian sengketa. LAPS-SJK adalah sebuah lembaga independen yang bertugas menyelesaikan sengketa antara para pihak yang terlibat dalam sebuah konflik melalui cara-cara alternatif yang lebih cepat, murah, dan fleksibel daripada melalui proses litigasi di pengadilan.

Lembaga itu berdiri sejak 22 September 2020 oleh Self Regulatory Organizations (SROs) dan asosiasi-asosiasi di lingkungan sektor jasa keuangan. LAPS SJK menggantikan peran dan fungsi 6 LAPS yang ada sebelumnya di sektor jasa keuangan (yaitu BAPMI, BMAI, BMDP, LAPSPI, BAMPPI dan BMPPVI) dan sekaligus memperluas cakupannya pada penyelesaian sengketa di bidang fintech.

LAPS-SJK akan melakukan mediasi, arbitrase, dan memberikan pendapat yang bersifat mengikat kedua belah pihak.

Tantangan dan Peluang

Seperti yang telah dijelaskan di atas, perlindungan terhadap konsumen jasa keuangan dapat mencegah kerugian masyarakat akibat praktik penipuan dan kecurangan yang dilakukan oleh PUJK, meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas keuangan, mendorong inovasi keuangan, dan menjaga kestabilan sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, OJK berupaya untuk melakukan perlindungan masyarakat dengan menegakkan empat pilar, yaitu:

  1. Infrastruktur, yaitu penyediaan saluran komunikasi, sistem dan infrastruktur untuk memudahkan konsumen keuangan dalam memberikan informasi, mendapatkan jawaban atas pertanyaan, dan menyelesaikan pengaduan/sengketa di sektor jasa keuangan; 
  2. Harmonisasi peraturan/kebijakan perlindungan konsumen untuk mengintegrasikan dan menyeimbangkan aspek kehati-hatian dan perilaku pasar;
  3. Pengawasan perilaku pasar, melalui implementasi kerangka regulasi tematik untuk PUJK;
  4. Edukasi dan komunikasi untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat sehingga tercipta konsumen jasa keuangan yang kompeten dan berpengetahuan luas terkait produk dan jasa keuangan.

Namun, terdapat tantangan-tangan yang perlu dijawab OJK selaku regulator sektor jasa keuangan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap konsumen. Pertama, pengawasan perilaku pasar membutuhkan sumber daya yang memadai, termasuk tenaga ahli dan teknologi.

Selanjutnya, kesadaran konsumen terhadap hak-hak mereka masih terbilang rendah di Indonesia. Hal ini membuat beberapa pelanggaran perilaku pasar dapat terjadi tanpa adanya pengaduan atau laporan dari konsumen.

Terakhir, perkembangan teknologi telah mengubah cara PUJK beroperasi dan memberikan tantangan baru dalam pengawasan perilaku pasar. Di samping itu, produk dan layanan jasa keuangan yang semakin kompleks membuat sulit untuk mengetahui adanya pelanggaran perilaku pasar yang terjadi.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, ke depannya OJK akan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat regulasi dan kebijakan serta komitmen dalam penindakan pelanggaran perilaku pasar, meningkatkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi terkini dalam melakukan pengawasan, melakukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran konsumen akan hak dan kewajiban dalam transaksi keuangan, serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Dengan adanya perlindungan konsumen jasa keuangan yang baik, maka sektor jasa keuangan dapat berfungsi dengan baik dan konsumen akan merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi, tidak mewakili sikap atau pendapat institusi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Bidik Pendanaan Rp 1 Triliun, CIMB Niaga Finance Tawarkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar

Whats New
Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Whats New
Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Soal Komisaris Pertamina, Stafsus Erick: Jangan Curiga-curiga Dulu Lah...

Whats New
80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

80 Juta Pekerjaan Akan Hilang Imbas AI, Kemenko Perekonomian: Pekerjaan di Sektor Administrasi Rentan

Whats New
Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Kecepatan Internet RI Peringkat Bawah di ASEAN, Bisa Hambat Pengembangan Ekonomi Digital

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Stafsus Erick Thohir: Sudah Mundur dari Anggota DPR

Whats New
Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Lesu, Boeing Cuma Dapat Pesanan 4 Pesawat Baru pada Mei 2024

Whats New
Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Whats New
Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Kemenhub dan Kedubes AS Gelar Workshop Keamanan Kapal dan Pelabuhan

Whats New
Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink, Kominfo: Mereka Minta Izin, Kami Tahan 3 Tahun

Bantah Beri Karpet Merah ke Starlink, Kominfo: Mereka Minta Izin, Kami Tahan 3 Tahun

Whats New
Aplikasi Temu Jadi 'Ancaman' Baru, Pemerintah 'Pede' Antisipasi Pakai Permendag 31/2023

Aplikasi Temu Jadi "Ancaman" Baru, Pemerintah "Pede" Antisipasi Pakai Permendag 31/2023

Whats New
Bank DKI Bakal Perluas Layanan Digital untuk Dukung UMKM

Bank DKI Bakal Perluas Layanan Digital untuk Dukung UMKM

Whats New
Menko Airlangga Bertemu Dmitry Medvedev, Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Kedua Negara

Menko Airlangga Bertemu Dmitry Medvedev, Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Kedua Negara

Whats New
OJK: Proses Likuidasi Prolife Masih Berjalan

OJK: Proses Likuidasi Prolife Masih Berjalan

Whats New
Dukung Bisnis RI dan Jepang, J Trust Bank dan Kagawa Bank Sepakati Kerja Sama

Dukung Bisnis RI dan Jepang, J Trust Bank dan Kagawa Bank Sepakati Kerja Sama

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com