Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Respons BNI soal Tutupnya Silicon Valley Bank

Kompas.com - 16/03/2023, 10:10 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut menanggapi kasus bangkrutnya bank asal Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini memastikan, perseroan tidak memiliki eksposur terhadap bank spesialis pembiayaan startup itu.

"Di dalam kondisi BNI sendiri bahwa kita melihat perseroan saat ini tidak memiliki exposure terhadap Silicon Valley Bank," kata dia, dalam konferensi pers RUPST, Rabu (15/3/2023).

"Tentunya dengan apa yang terjadi terhadap SVB ini kita perlu belajar," tambah dia.

Baca juga: Pantau Kasus Silicon Valley Bank, Sri Mulyani Jaga agar Masyarakat Tak Khawatir

Novita menegaskan BNI memiliki model bisnis yang kuat, utamanya didukung oleh permodalan yang sehat.

Kuatnya permodalan bank dengan kode saham BBNI itu terefleksikan dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di atas 20 persen.

"Ini tentunya jauh di atas ketentuan minimum regulator, dan juga lebih tinggi dibandingkan bank-bank global lain," ujar Novita.

Selain itu, komposisi liabilitas perseroan juga terjaga dengan baik, dengan mayoritas pendanaan berasal dari dana pihak ketiga (DPK), sementara pendanaan wholesale kurang dari 10 persen total liabilitas perseroan.

Dari sisi aset, 80 persen porsi total aset BNI terdiri dari kredit, sementara sisanya ditempatkan di obligasi, yang mana 94 persen di antaranya merupakan obligasi pemerintah.

"Dan kalau kita lihat tenornya, merupakan tenor yang pendek, sehingga risiko relatif lebih rendah," kata dia.

Novita juga menilai, kondisi permodalan perbankan nasional lain relatif masih terjaga, sehingga dapat memitigasi risiko serta kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

"Kalau kita lihat perbankan di indonesia secara industri juga kita lihat kondisi modal bank-bank di Indonesia relatif jumlahnya di atas 20 persen," ucapnya.

Baca juga: Kronologi Bangkrutnya Silicon Valley Bank, Bank Terbesar Ke-16 di AS

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Emas Antam Sabtu 20 April 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Harga Emas Antam Sabtu 20 April 2024, Naik Rp 2.000 Per Gram

Spend Smart
Ini 6 Kementerian yang Sudah Umumkan Lowongan CPNS 2024

Ini 6 Kementerian yang Sudah Umumkan Lowongan CPNS 2024

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 20 April 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Sabtu 20 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Harga Bahan Pokok Sabtu 20 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Whats New
Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Aliran Modal Asing Keluar Rp 21,46 Triliun dari RI Pekan Ini

Whats New
Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kementerian PUPR Buka 26.319 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

[POPULER MONEY] Kartu Prakerja Gelombang 66 Dibuka | Luhut dan Menlu China Bahas Kelanjutan Kereta Cepat Sambil Makan Durian

Whats New
Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Ada Konflik di Timur Tengah, RI Cari Alternatif Impor Migas dari Afrika dan Amerika

Whats New
Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Langkah PAI Jawab Kebutuhan Profesi Aktuaris di Industri Keuangan RI

Whats New
Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Akar Masalah BUMN Indofarma Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, Masih Rugi

Nestapa BUMN Indofarma, Sudah Disuntik APBN, Masih Rugi

Whats New
Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Tol Japek II Selatan Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di KM 66

Whats New
Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Punya Gaji Tinggi, Simak Tugas Aktuaris di Industri Keuangan

Whats New
Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Nasib BUMN Indofarma: Rugi Terus hingga Belum Bayar Gaji Karyawan

Whats New
Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Pembatasan Pembelian Pertalite dan Elpiji 3 Kg Berpotensi Berlaku Juni 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com