Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Salah Paham, Pemerintah Bukannya Melarang "Thrifting", tapi Larang Impor Pakaian Bekas Ilegal

Kompas.com - 21/03/2023, 11:59 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian masyarakat masih kerap salah paham terkait larangan pemerintah untuk impor pakaian bekas ilegal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah tidak melarang kegiatan berburu barang bekas atau sering disebut "thrifting".

Bentuk kegiatan yang dilarang oleh pemerintah adalah penyelundupan dan impor pakaian bekas.

"Pemerintah bukannya against thrifting lho. Budaya thrifting itu justru bagus. Itu untuk recycle produk supaya tidak menimbulkan kerusakan alam," ujar dia Senin (20/3/2023).

Baca juga: Teten Masduki: Pemerintah Memerangi Penyelundupan Baju Bekas, Bukan Thrifting

Teten menjelaskan, impor pakaian bekas ilegal akan menggerus pasar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri. Pasalnya, industri TPT masih bergantung pada pasar lokal.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sendiri mencatat, ekspor industri TPT di Indonesia hanya berkisar 30 persen. Berarti, pasar lokal masih memegang peran penting dengan porsi sebesar 70 persen.

Belum lagi, saat ini terdapat beberapa tantangan yang membuat ekonomi melambat. Oleh karena itu, adanya impor pakaian bekas ilegal ini menjadi ancaman serius untuk industri tekstil.

"Apalagi industri tekstil, alas kaki, dan furniture masuk jenis padat karya yang rawan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK)," imbuh Teten.

Baca juga: Soal Larangan Thrifting, Smesco Tawarkan Produk Lokal Jadi Alternatif Usaha

Teten mengungkapkan, kalau pasar ini diambil oleh produk pakaian bekas impor dari luar negeri akan banyak pengangguran dari sini. Ketika pengangguran tinggi, daya beli masyarakat turun.

"Kalau ekonomi nasional terganggu, masyarakat sulit mencari lapangan pekerjaan," terang dia.

Lebih jauh, Teten bilang, impor produk pakaian bekas berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Hal ini karena impor pakaian bekas berpotensi membawa penyakit dan mecemari lingkungan.

Untuk menaggulangi dampak buruk dari hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Smesco menawarkan solusi dengan menjadi mitra bago para pebisnis thrifting baju bekas impor.

Hal ini bertujuan untuk mengalihkan usaha thrifting jadi pemasaran produk-produk lokal baru sebagai alternatif bisnis.

Baca juga: Kalau Thrifting Dilarang, Mau Makan Apa? Nyari Kerjaan Susah...

 


Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia Wientor Rah Mada mengatakan, aktivitas bisnis thrifting sangat bertentangan dengan semangat memajukan UMKM lokal.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam mendukung pelarangan impor pakaian bekas, Smesco siap menjadi mitra untuk mencarikan produk-produk lokal baru bagi para pebisnis thrifting yang tidak lagi dapat menjalankan usahanya," ujar Wientor.

Halaman:


Terkini Lainnya

Harga Bahan Pokok Senin 22 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Harga Bahan Pokok Senin 22 April 2024, Harga Ikan Tongkol Naik

Whats New
Mengelola Keuangan di Tengah Pelemahan Rupiah

Mengelola Keuangan di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

IHSG Bakal Melemah Hari Ini, Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
BUAH Bakal Tebar Dividen Tahun Ini, Berikut Kisi-kisinya

BUAH Bakal Tebar Dividen Tahun Ini, Berikut Kisi-kisinya

Whats New
Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Penguatan Dollar AS Buat Suku Bunga Acuan Tak Kunjung Turun

Whats New
Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Hari Terakhir, Ini Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

InJourney Airports Layani 7,4 Juta Penumpang Selama Lebaran 2024

Whats New
Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Manfaat dan Kerugian Pakai Paylater yang Perlu Diketahui

Spend Smart
[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

[POPULER MONEY] Cara Download Kartu Nikah Digital | Luhut Sebut China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan untuk 'Fresh Graduate' agar Tak Menyesal

5 Tips Mengatur Keuangan untuk "Fresh Graduate" agar Tak Menyesal

Spend Smart
Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Pasca Halving, Harga Bitcoin Justru Merosot

Whats New
Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Terima 40 Laporan Balon Udara Liar Selama Lebaran 2024, AirNav: Jauh Berkurang dari Tahun Lalu

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Bandara Panua Pohuwato Bakal Diresmikan Jokowi, Menhub: Potensi Kembangkan Pariwisata

Whats New
Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Perusahaan Ini Buka Lowongan Kerja untuk Lansia, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com