Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Strategi Bappenas Siapkan Kualitas SDM RI Menuju Indonesia Emas 2045

Kompas.com - 19/05/2023, 08:00 WIB
Yohana Artha Uly,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai target Indonesia Emas di 2045.

Pemerintah menargetkan RI bisa menjadi negara maju di 2045, dan menjadi salah satu 5 kekuatan ekonomi dunia dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Maka ada 5 strategi yang ditetapkan Bappenas untuk mempersiapkan peningkatan kualitas penduduk Indonesia di 2045. Hal itu tersusun dalam Dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2024.

Baca juga: Peningkatan Kualitas SDM Dinilai Jadi Tantangan Utama Pengembangan Industri Transisi Energi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, strategi itu terdiri dari, pertama yakni mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dengan menyusun kebijakan keluarga berencana era baru.

Kedua, mendorong perpindahan penduduk yang merata dengan transmigrasi era baru. Ketiga, menunjang penuaan penduduk dengan menyiapkan lansia mandiri.

"Keempat, menutup kesenjangan SDM melalui persiapan lebih dini dan a?rmatif. Serta kelima, pembangunan wilayah yang seimbang antara perdesaan dan perkotaan," ujarnya dalam Musrenbangnas RKP 2024, seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/5/2023).

Oleh sebab itu, ke depannya kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program kerja harus mengacu pada strategi yang tertuang dalam Dokumen Proyeksi Penduduk 2020-2050 guna mengoptimalkan potensi bonus demografi RI.

Baca juga: Kemenaker: BUMN Bisa Jadi Aktor Penting Terwujudnya Indonesia Emas di 2045

Suharso menuturkan, secara luas, RKP 2024 difokuskan untuk mencapai target–target pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, serta meletakkan fondasi yang kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

RKP 2024 dijabarkan dalam 7 prioritas nasional, pertama yakni memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan. Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan.

Ketiga, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing. Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan. Kelima, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim. Serta ketujuh, memperkuat stabilitas stabilitas politik, hukum, pertahanan, keamanan, (polhukhankam) dan transformasi pelayanan publik.

"Dalam pelaksanaannya, RKP 2024 juga memiliki pedoman 8 arah kebijakan," kata dia.

Baca juga: Disebut Luhut Umbar Janji Surga, Bappenas: Kami Pakai Bahasa Teknokratik

Pedoman arah kebijakan itu, yakni terdiri dari pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Lalu peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Kemudian penguatan daya saing usaha, revitalisasi industri dan penguatan riset terapan, juga pembangunan rendah karbon dan transisi energi.

Serta, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas, percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara, dan pelaksanaan pemilu 2024.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.



Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com