Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

27 Perwakilan Perusahaan Sepakat Bantu Tingkatkan Mutu di IKN, Termasuk Pertamina hingga Alfamidi

Kompas.com - 22/05/2023, 18:10 WIB
Ade Miranti Karunia,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumpulkan berbagai perusahaan besar yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dalam satu forum.

Forum tersebut membahas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dihadiri oleh 27 perwakilan dari berbagai perusahaan, seperti PT Astra Tbk, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Korindo, Indomart, dan Alfamidi.

Perusahaan-perusahaan tersebut sepakat memberikan bantuan yang dibutuhkan dalam rangka revitalisasi di bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, serta peternakan. Kemudian, membuka pusat pelatihan bahasa asing.

Baca juga: Otorita: 17 Negara Minat Berinvestasi di IKN Nusantara

“Misalnya seperti PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur yang telah membuka program Kampung Inggris di Kelurahan Lawe-Lawe, Kabupaten PPU. Kedepannya program seperti ini akan dikembangkan di wilayah sekitar Nusantara sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, dalam siaran pers dikutip Senin (22/5/2023).

Selain itu, perusahaan seperti Indomaret dan Alfamidi akan memberi bantuan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah Ibu Kota Nusantara berupa rehabilitasi bangunan maupun penyediaan peralatan penunjang pembelajaran.

Baca juga: Luhut Soroti Permasalahan Pertanahan di IKN

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa tengah turut serta memberikan kontribusi berupa pelatihan kerajinan kulit, UMKM, dan Eco Print kepada warga sekitaran IKN.

Dalam pelaksanaannya, kata Alimudin, tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat IKN dan dilakukan secara gratis.

Sementara itu, PT Astra akan turut membantu melakukan asesmen peningkatan mutu guru terhadap 16 sekolah di wilayah Nusantara.

Baca juga: Progres Pembangunan KIPP IKN Sudah Mencapai 29,02 Persen, Ini Rinciannya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Potensi Ekonomi Masyarakat Miskin di Kota

Potensi Ekonomi Masyarakat Miskin di Kota

Whats New
Siap-siap, BSI Bakal Cairkan Dividen Tunai Rp 855,56 Miliar Minggu Depan

Siap-siap, BSI Bakal Cairkan Dividen Tunai Rp 855,56 Miliar Minggu Depan

Whats New
Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Whats New
Melejit, Piutang Pembiayaan 'Paylater' Capai Rp 6,47 Triliun

Melejit, Piutang Pembiayaan "Paylater" Capai Rp 6,47 Triliun

Whats New
Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Whats New
The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Whats New
Dana 'Stunting' Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Dana "Stunting" Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Whats New
Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Whats New
Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Whats New
Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Whats New
Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com