JAKARTA, KOMPAS.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang merupakan anak usaha PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dalam waktu dekat akan segera melakukan initial public offering (IPO), alias penawaran saham perdana.
Adapun dana IPO, nantinya akan digunakan untuk menambah produksi kendaraan listrik berupa bus dan truk sebanyak 3.000 unit per tahun. Hal ini dilakukan untuk mendukung tercapainya nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060.
“Kami akan mengembangkan fasilitas manufaktur di Magelang bagi bus dan truk EV, Oktober kita mulai produksi, dan kami akan meningkatkan kapasitas hingga lebih dari 3.000 unit per tahun. Saat ini, sudah dilakukan testing di beberapa daerah seperti Aceh, Jakarta, Surabaya, Semarang, hingga Bali,” kata CEO VKTR Gilarsi W Setijono di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Baca juga: Empat Perusahaan Ini Segera IPO, Simak Prospektus Singkatnya
Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie mengungkapkan, dana IPO juga akan digunakan untuk memenuhi ketentuan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang ditetapkan pemerintah. Adapun kerja sama awal yang dilakukan VKTR adalah bersama Transjakarta dalam penyediaan transportasi umum berbasis EV.
"Kedepannya VKTR fokusnya pada bisnis EV di bidang heavy mobility semacam commercial vehicle seperti bus dan truk. Kita sudah buktikan dengan penjualan yang ada terutama dengan Transjakarta," ujarnya.
Anindya menjelaskan, selain Transjakarta pihaknya juga akan melakukan ekspansi bisnis ke tempat lain dan mencari market yang potensial, seperti di Ibu Kota Negara (IKN) misalnya. VKTR juga saat ini tengah menjalin kerja sama dengan beberapa unit bisnis yang tidak lain terafiliasi dengan PT Bakrie and Brothers Tbk, di sektor perkebunan dan pertambangan.
"Ke depannya selain Transjakarta, kita akan ekspansi ke market lainnya, ketika marketnya siap. Kita juga sudah deal dengan beberapa perusahaan (secara internal). Kita punya bisnis pertambangan dan perkebunan, dan kami menjajaki peluang itu supaya mereka lebih green," ujarnya.
Berdasarkan data perusahaan, saat ini jumlah truk yang beredar di Indonesia mencapai 5,5 juta truk atau 25 kali lebih besar daripada bus. Sementara itu, untuk bus tercatat sejumlah 200.000-an. Berbekal tersebut, pihaknya yakin di masa depan bisnis bus dan truk EV akan berkembang lebih luas.
"Kami menilai, truk bisa menjadi tulang punggung juga kedepannya, karena kalau truk penjualannya lebih kepada B2B, sementara bus penjualannya kebanyakan B2G meskipun ada juga yang B2B-nya," ungkap dia.
Sebagai informasi, VKTR saat ini telah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Otomotif dan Elektronik Raksasa China BYD sejak tahun 2018. Bentuk kerja sama tersebut adalah mendatangkan unit bus listrik yang kemudian menjadi bagian dari armada transportasi perkotaan di Indonesia.
Baca juga: Indonesia jadi Negara dengan Pasar IPO yang Paling Populer, Ini Sebabnya
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.