Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjualan "Unitlink" lewat Bank Turun, BRI Life: Proses "Shifting" Tidak Gampang

Kompas.com - 30/05/2023, 21:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri asuransi jiwa mencatat, produksi premi melalui kanal perbankan atau lebih dikenal dengan bancassurance terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila mengatakan, produksi premi melalui kanal bancassurance memang mengalami penurunan yang signifikan.

Ia menjelaskan, pada umumnya kanal bancassurance memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink.

Baca juga: BRI Life Luncurkan Asuransi Korporasi Professional Group Health, Apa Manfaatnya?

Dengan aturan yang baru, produksi premi unitlink melalui kanal bancaasurance mengalami banyak penyesuaian. Salah satunya mencakup proses penjelasan polis yang memiliki syarat-syarat baru.

Seperti diberitakan, pendaftaran produk unitlink baru ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencapai tenggat pada 14 Maret 2023.

"Proses shifting dari asuransi unitlink ke produk asuransi proteksi memang tidak gampang. Kami bersyukur sudah merasakannya, kami mulai prosesnya lebih awal," ujar dia dalam konferensi pers paparan kinerja BRI Life, Selasa (30/5/2023).

Baca juga: BRI Life Bayar Klaim Nasabah Meninggal Dunia di Cirebon Sebesar Rp 1,5 Miliar

Iwan menjelaskan, industri saat ini sedang mengalami pergeseran dari produk unitlink dengan ukuran yang lebih kecil ke produk proteksi yang ukuran bisnisnya lebih kecil.

Ia menambahkan, beberapa tahun lalu produk unitlink di BRI Life masih memiliki porsi yang besar. Sebagai gambaran, produk unitlink di BRI Life pada tahun 2022 masih ada sekitar 35-40 persen.

Sementara, pada kuartal I-2023 ini, persentase produk unitlink tinggal 10-20 persen.

Baca juga: Di Tengah Kontraksi Pasar 2022, BRI Life Catat Pendapatan Premi 3,26 Triliun

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, kanal distribusi bancassurance mengalami sampai kuartal I-2023 sebesar Rp 18,96 triliun.

Angka tersebut turun sebesar 13,3 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 21,87 triliun.

Jika dibandingkan dengan kuartal I-2021, premi asuransi jiwa melalui bancassurance mengalami penurunan sebesar 28,2 persen secara tahunan dari total Rp 30,47 triliun.

Baca juga: BRI Life Beri Bantuan Peralatan Kepada UMKM Makanan Ringan di Banjarnegara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com