Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asosiasi "E-commerce" Dukung Pembatasan Penjualan Barang Impor secara Daring

Kompas.com - 28/07/2023, 16:02 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga merespons rencana pemerintah terkait larangan menjual barang impor dimarketplace dengan harga di bawah Rp 1,5 juta.

Bhima mengatakan pihaknya belum mengetahui secara detail aturan yang akan diberlakukan pemerintah terkait larangan penjualan barang-barang impor tersebut.

Meski demikian, ia mengatakan asosiasi mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem produk lokal di marketplace.

Baca juga: Mendag Zulhas Ungkap Alasan Larang E-commerce Jual Barang Impor di Bawah Rp 1,5 Juta

"Kita selama ini terus memberikan masukan kepada pemerintah, dan kita juga dilibatkan dalam peraturan ini. Kita selalu dari asosiasi e-commerce kita selalu mendukung apa pun yang dilakukan pemerintah untuk penguatan ekosistem produk lokal," kata Bhima saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/7/2023).

Bhima mengatakan pihaknya juga akan melihat dampak yang muncul dari aturan baru tersebut.

Ia mengatakan, para pemain e-commerce akan memiliki aturan baru jika pemerintah secara resmi menetapkan aturan terkait larangan penjualan barang impor tersebut.

Baca juga: Coba Lihat TikTok Shop, Harga Sweater Impor Rp 15.000-Rp 20.000, Gimana Kita Bisa Bersaing...

"Ya nanti ada aturannya (dari e-commerce), tetapi sekarang kita masih menunggu aturan turunan dan harmonisasinya. Setelah itu kita bisa merespons detailnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Bhima mengatakan, marketplace merupakan sarana menjual produk. Karenanya, ia menekankan, para penjual juga perlu memerhatikan jenis barang impor yang nantinya tak boleh dijual di marketplace.

"Harus dilihat produknya sudah ada di Indonesia atau belum. Kalau sudah ada di Indonesia berarti sebenarnya platform itu hanya sebagai sarana (untuk penjualan)," ucap dia.

Baca juga: E-commerce dan Social Commerce Bakal Dilarang Jual Barang Impor Harga Rp 1,5 Juta ke Bawah

Sebelumnya, Pemerintah berencana akan melarang produk impor yang dijual di e-commerce dan social commerce di bawah 100 dollar AS atau setara Rp 1,5 juta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com