Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trend Micro: Pencurian Data Makin Marak, "Cyber Security" Harus Masuk Strategi Bisnis

Kompas.com - 04/08/2023, 06:40 WIB
Aprillia Ika

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Keamanan siber atau cyber security sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari strategi bisnis ketimbang sebagai "tools" atau aplikasi pelengkap saja. Hal ini sering maraknya kejahatan siber di Indonesia yang menyasar pencurian data, terutama dalam bentuk "ransomware".

Kejahatan siber berupa menyerang aplikasi atau data penting kemudian melakukan enskripsi dan meminta tebusan supaya password enskripsinya dikembalikan. Kalau tidak, sistem dapat terhenti atau bisnis menjadi terhenti.

"Walaupun ransomware itu sudah ada lebih dari 5 tahun yang lalu tapi modus itu masih tetap ada saja, varian-varian ransomwarenya itu tumbuh terus dan semakin lama semakin sulit," ujar Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Gangguan Layanan BSI Mirip Serangan Ransomware, Ini Saran Pakar Keamanan Siber agar Hal Serupa Tak Terulang

Dari pengamatannya, jumlah serangan ransomware di seluruh dunia termasuk di Indonesia menurun dari tahun ke tahun. Tapi, tingkat kesulitannya makin tinggi, kualitasnya lebih sulit serta nilai yang dibobol juga makin banyak.

Sebab, di saat ini dan kemungkinan ke depan, peretas bakal meretas situs atau aplikasi end user yang dampaknya besar ke masyarakat.

"Sasaran peretas, seperti industri keuangan, situs pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Tentunya hacker ini menargetkan yang vital-vital perusahaannya lalu dampaknya lebih luas juga, tapi sebenarnya bukan hanya merusak semata tapi tujuan utamanya adalah uang atau ingin mendapatkan tebusan," lanjut Laksana.

Baca juga: Website Pemerintah Sering Diretas Hacker, Menkeu: Cyber Security Sangat Penting!

Ia melanjutkan, jika bisnis terhenti gara-gara kena ransomware, bisa dibayangkan kerugiannya baik bagi perusahaan maupun bagi pengguna layanan perusahaan tersebut. Apalagi jika perusahaan tersebut melayani transaksi pengguna seperti jual beli online, transaksi keuangan, atau pelayanan publik.

Laksana menganggap, bisnis yang tidak punya customer besar dengan bisnis pelayanan publik dan diakses oleh publik itu dampaknya bisa ke ancaman negara. Bahkan jika ditarik dari ujung, "peperangan" sekarang adalah peperangan siber, bukan dengan senjata.

Oleh sebab itu dia mendorong agar cybersecurity jangan dianggap sebagai tools atau pelengkap saja terutama dalam aplikasi core bisnis. Kenapa? karena jika gara-gara serangan cyber aplikasi bisnis terhenti maka bisnisnya bisa terhenti.

"Jadi, kita mengajak eksekutif atau stakeholder untuk berpikir bahwa cybersecurity adalah bagian dari bisnis juga. Jangan sampai bisnisnya duluan tapi proteksinya belakangan. Keduanya harus seiring atau bersamaan agar lebih advance proteksinya," ujar Laksana.

Baca juga: BSI Error Kena Ransomware, Wamen BUMN: Data Diretas dari Komputer Kantor Cabang

Pintu masuk ransomware

Laksana menambahkan, saat ini "entry point" atau celah serangan siber makin banyak. Misalnya saja, kebijakan mengakses aplikasi perusahaan dari rumah, seiring kebijakan Work From Home semasa pandemi. Jika proteksi Wi-Fi rumah lemah, akan mudah diserang.

Di sisi lain, portal perusahaan yang dapat diakses dari mana saja juga rentan diserang. Kemudian, ada Internet of Things (IoT) di rumah yang terkoneksi dengan jaringan Wi-Fi.

Dengan meluasnya "entry point" serangan siber, butuh solusi keamanan data yang lebih komprehensif, tidak sekadar memberikan antivirus saja. "Saat pandemi ekonomi semua shifting ke digital. Jangan sampai lupa proteksinya juga diikutin," lanjut Laksana.

Baca juga: Jangan Sampai Bocor, Jaga Data Pribadi agar Terhindar dari Kejahatan Siber

Kemudian, dari sosial media karyawan yang rawan kena phising, dan Phishing ini entry pointnya dari ransomware. Dengan phising, peretas tahu perilaku karyawan yang diretasnya berdasarkan profiling dari media sosial.

Misal karyawan tersebut hobinya yang suka main golf, peretas kemudian memberikan link tawaran stick golf murah. Jika link di-klik, akan menjadi entry point Ransomware.

"Hati-hati jika dikaitkan dengan sosial media untuk dicari kelemahannya. Jika sudah diketahui password loginnya ke perusahaan, hacker bisa login dengan password yang benar, siapa yang bisa melacak?" kata Laksana.

Baca juga: Kemenkominfo Tangani 94 Kasus Kebocoran Data, 28 di Antaranya akibat Serangan Siber

Halaman:


Terkini Lainnya

Program 'River Clean Up' Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Program "River Clean Up" Bersihkan 139 Kg Sampah dari Sekitar Sungai Ciliwung

Whats New
Andre Taulany Cari Karyawan, Simak Posisi dan Syarat Lowongan Kerjanya

Andre Taulany Cari Karyawan, Simak Posisi dan Syarat Lowongan Kerjanya

Whats New
Ini Upaya PetroChina Jabung Amankan Pasokan Gas Dalam Negeri

Ini Upaya PetroChina Jabung Amankan Pasokan Gas Dalam Negeri

Whats New
Kala Mendiang Tanri Abeng Berantas Korupsi Sedemikian Parah di Garuda

Kala Mendiang Tanri Abeng Berantas Korupsi Sedemikian Parah di Garuda

Whats New
OJK Harap Program Penjaminan Polis Dapat Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Asuransi

OJK Harap Program Penjaminan Polis Dapat Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Asuransi

Whats New
Cara Buka Blokir ATM BCA Tanpa ke Bank dan Syarat yang Diperlukan

Cara Buka Blokir ATM BCA Tanpa ke Bank dan Syarat yang Diperlukan

Spend Smart
Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Whats New
Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Whats New
Minggu 23 Juni, MRT Beroperasi hingga Jam 24.00 untuk Dukung Jakarta International Marathon

Minggu 23 Juni, MRT Beroperasi hingga Jam 24.00 untuk Dukung Jakarta International Marathon

Whats New
Kekhawatiran Baru Setelah Tokopedia Lakukan PHK

Kekhawatiran Baru Setelah Tokopedia Lakukan PHK

Whats New
Jenis Metode Transfer Antarbank di Indonesia, Apa Saja?

Jenis Metode Transfer Antarbank di Indonesia, Apa Saja?

Work Smart
Holding BUMN Pariwisata InJourney Buka Lowongan Kerja Gaji Rp 15 Juta, Simak Syaratnya

Holding BUMN Pariwisata InJourney Buka Lowongan Kerja Gaji Rp 15 Juta, Simak Syaratnya

Whats New
Menteri BUMN Pertama RI Tanri Abeng Meninggal Dunia, Erick Thohir: Sosok yang Berjasa Besar untuk Negeri..

Menteri BUMN Pertama RI Tanri Abeng Meninggal Dunia, Erick Thohir: Sosok yang Berjasa Besar untuk Negeri..

Whats New
Harga Emas Terbaru 23 Juni 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 23 Juni 2024 di Pegadaian

Spend Smart
7 Penyebab Kartu ATM Terblokir dan Solusinya

7 Penyebab Kartu ATM Terblokir dan Solusinya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com