Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Inflasi? Jenis, Cara Hitung, dan Dampak yang Ditimbulkan

Kompas.com - 20/02/2024, 13:12 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Priyono Teddy Chandra dalam bukunya Esensi Ekonomi Makro menyebutkan bahwa inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang selalu dialami oleh, hampir semua negara pembicaraan tentang inflasi selalu dikaitkan dengan kenaikan harga, karena hargalah indikator penting dari pada inflasi.

Lalu apa itu inflasi?

Definis inflasi

Bank Indonesia menyebutkan bahwa inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  iflasi diartikan sebagai kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Baca juga: Sistem Ekonomi yang Dianut Indonesia dan Penerapannya

Dalam edukasi wartawan pasar modal yang digelar Senin (19/2/2024), Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus. Jika harga barang dan jasa di dalam negeri meningkat, maka inflasi mengalami kenaikan.

Naiknya harga barang dan jasa menyebabkan turunnya nilai uang. Sehingga, inflasi dapat juga diartikan sebagai penurunan nilai uang terhadap nilai barang dan jasa secara umum.

Adapun lawan kata inflasi adalah deflasi. Apa itu deflasi?

Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi.

Lalu, bagaimana jika terjadi kenaikan harga dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat? Kondisi tersebut dapat disebut dengan disinflasi. Deflasi dapat diartikan sebagai situasi di mana tingkat harga meningkat pada tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

Cara menghitung inflasi

Dalam menghitung inflasi ada beberapa komponen yang diperlukan. Pertama, Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menjadi acuan penghitungan peningkatan harga secara umum. IHK merupakan ukuran dari biaya umum terhadap pembelian barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat umum.

Kedua, ada Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) adalah indeks yang menghitung harga transaksi yang terjadi antara penjual atau pedagang besar pertama dengan pembeli dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas.

Selanjutnya, ada Indeks Harga Produsen (IHP) yang merupakan acuan penghitungan peningkatan harga di tingkat produsen. IHP dapat diartikan sebagai biaya umum terhadap produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh industri. Secara umum IHP dipengaruhi oleh harga bahan baku, harga bahan penunjang, upah, dan marjin industri.

Lalu, bagaimana cara IHK dihitung di Indonesia?

Dengan adanya perubahan pada pola konsumsi masyarakat, maka mulai Januari 2020 pengukuran inflasi IHK di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2018=100, dari yang sebelumnya menggunakan tahun dasar 2012 = 100. Perubahan tersebut didasarkan pada survei biaya hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh BPS selama tahun 2018, sebagai salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK.

Pembagian Inflasi

Inflasi umum (Headline Inflation) merupakan inflasi yang menggambarkan kenaikan tingkat harga secara umum dalam suatu perekonomian. Inflasi umum merupakan inflasi IHK yang dirilis oleh BPS setiap bulannya. Inflasi umum terdiri dari:

1. Inflasi inti (core inflation)

Core inflation adalah komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan inflasi dan dipengaruhi oleh faktor fundamental.

2. Inflasi harga bergejolak (volatile goods)

Volatile goods merupakan inflasi barang dan jasa yang perkembangan harganya sangat bergejolak. Pada tahun 2002, inflasi volatile goods masih didominasi bahan makanan, sehingga sering disebut juga sebagai volatile foods.

3. Inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices)

Administered prices merupakan inflasi barang dan jasa yang perkembangan harganya diatur oleh pemerintah. Contoh, harga BBM bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.

Adapun beban yang ditimbulkan akibat inflasi, yakni penurunan daya beli uang. Ini merupakan konsekuensi yang paling pasti akan inflasi. Inflasi membuat uang dengan nominal yang sama mengalami penurunan daya beli, sehingga hanya bisa membeli lebih sedikit barangatau jasa.

Beban inflasi juga menggerus nilai uang yang dipegang masyarakat. Misalkan, biaya terkait waktu dan tenaga untuk lebih sering pergi ke bank agar menjaga nilai uang tersebut disebut shoeleather cost, yang dikenal dengan istilah Shoeleather cost.

Istilah ini berawal dari fenomena biaya sepatu yang rusak karena masyarakat menjadi terlalu sering pergi ke bank. Beban lainnya adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengganti informasi terkait kenaikan harga produknya, misalnya, biaya cetak, biaya penyesuaian iklan atas produk, dll.

Beban inflasi juga mencakup peningkatan variabilitas harga relatif, distorsi pajak, hingga perubahan nilai riil mata uang.

Dampak Inflasi

Inflasi rendah berarti pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh lebih banyak orang. Tetapi jika inflasi tinggi, artinya daya beli masyarakat secara umum menjadi berkurang.

Inflasi tinggi akan mendorong penumpukan barang dan aksi spekulasi, sementara inflasi rendah mendorong investasi.

Demikian definis inflasi, cara menghitung inflasi, macam-macam inflasi hingga dampak inflasi terhadap kehidupan masyarakat.

Baca juga: Apa Itu Greenflation? Apa Dampaknya dan Bagaimana Solusi Pencegahannya?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com