Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emiten BUAH Bidik Pendapatan Rp 2 Triliun pada Tahun 2024

Kompas.com - 21/02/2024, 14:00 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten konsumer primer, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun ini.

Hal itu seiring dengan upaya perseroan memperluas penetrasi pasar.

Direktur Segar Kumala Indonesia Vianita Januarini mengatakan, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 2 triliun.

Nilai tersebut meningkat sekitar 13,8 persen secara tahunan atau Rp 200 miliar dari target tahun lalu Rp 1,8 triliun.

Baca juga: BUAH Alokasikan Belanja Modal Rp 16 Miliar Tahun 2024, untuk Apa Saja?

Dalam laporan keuangan internal, Vianita bilang, perseroan telah mencapai target penjualan sebesar Rp 1,8 triliun hingga Desember 2023.

Realisasi itu dinilai sebagai hasil dalam upaya perseroan melakukan penetrasi pasar ke daerah-daerah baru serta penerapan strategi dalam memahami kebutuhan pasar.

"Pencapaian ini juga menunjukan komitmen kami untuk memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan serta peran kami dalam pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor buah-buahan segar," tutur dia, dalam keterangannya, Rabu (21/2/2024).

Untuk mencapai target pendapatan pada tahun ini, Vianita menyebutkan, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi, seperti memperkuat hubungan dengan mitra supplier manca negara.

Baca juga: Harga Saham 2 Emiten Baru Turun Menuju Gocap

Selain itu, perseroan berencana menambah lagi variasi buah yang dapat dihadirkan bagi para konsumen di Tanah Air.

Selain menentukan target pendapatan, BUAH juga telah menetapkan modal belanja atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 16 miliar untuk tahun 2024.

Capex itu disiapkan dengan 3 tujuan utama yaitu untuk pembukaan cold storage baru, penambahan armada berpendingin, serta fokus melakukan modernisasi terhadap fasilitas kantor.

"Untuk meningkatkan produktivitas serta meningkatkan efesiensi operasional perseroan," ucap Vianita.

Baca juga: Saham adalah Apa? Ini Pengertian, Keuntungan, dan Risikonya


Sebagai informasi, berdasarkan data laporan keuangan terakhir perseroan, BUAH membukukan laba bersih sebesar Rp 26 miliar hingga kuartal III-2023, tumbuh 28 persen secara tahunan.

Pertumbuhan itu selaras dengan pendapatan perseroan sebesar Rp 1,33 triliun per September 2023, meningkat 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Apa Mata Uang Brunei Darussalam dan Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Brunei Darussalam dan Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Posko Ditutup, Kemenaker Catat 965 Perusahaan Tunggak Bayar THR 2024

Posko Ditutup, Kemenaker Catat 965 Perusahaan Tunggak Bayar THR 2024

Whats New
Antisipasi El Nino, Kementan Dorong 4 Kabupaten Ini Percepatan Tanam Padi

Antisipasi El Nino, Kementan Dorong 4 Kabupaten Ini Percepatan Tanam Padi

Whats New
Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Laba RMKE Cetak Laba Bersih Rp 302,8 Miliar pada 2023

Whats New
Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Perputaran Uang Judi Online di RI sampai Rp 327 Triliun Setahun

Whats New
Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Bapanas Pastikan Konflik Israel-Iran Tak Pengaruhi Masuknya Komoditas Pangan yang Rutin Diimpor

Whats New
Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Pasca Akuisisi BPR, KoinWorks Fokus Inovasi dan Efisiensi Tahun Ini

Whats New
Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Lion Air Bantah 2 Pegawai yang Ditangkap Menyelundupkan Narkoba Merupakan Pegawainya

Whats New
Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Indofarma Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Periode Maret 2024, Mengapa?

Whats New
Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Pesetujuan KPR BSI Kini Hanya Butuh Waktu Satu Hari

Spend Smart
Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Bank Sentral Inggris Diprediksi Pangkas Suku Bunga pada Mei 2024

Whats New
Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Cara Membuat Kartu ATM BCA Berfitur Contactless

Work Smart
Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Pertanyaan Umum tapi Menjebak dalam Wawancara Kerja, Apa Itu dan Bagaimana Cara Jawabnya?

Work Smart
Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Menko Airlangga soal Kondisi Geopolitik Global: Belum Ada Apa-apa, Kita Tenang Saja...

Whats New
Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Perdana adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com