Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Signifikansi "Early Adopters" dan Upaya "Crossing the Chasm" Koperasi Multi Pihak

Kompas.com - 19/04/2024, 13:21 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dalam konteks itu, sampai lima tahun mendatang, KMP-KMP yang lahir di Indonesia dapat dikategorikan sebagai early adopters. Mereka berani menyoba hal baru meski belum melihat bukti nyata.

Mereka berani bertaruh terhadap visi atau mimpi tertentu ketika mengimplementasikan model ini. Sebagian para early adopters ini akan menjadi role model di Indonesia dan sebagian yang lain, boleh jadi, gagal.

Ketiga adalah Early Majority, merupakan kelompok yang melihat inovasi secara kalkulatif, untung-rugi, mudah-sulit, tersedia dukungan atau tidak dan sebagainya.

Mereka tergolong para pragmatis yang akan menggunakan inovasi ketika sudah terbukti berhasil.

Mereka akan menghitung segala biaya (risiko, kurva pembelajaran, sumber daya, kapasitas/ kapabilitas organisais dan sebagainya) berbading dengan manfaatnya.

KMP-KMP yang lahir mulai tahun ke-6 sampai ke-10 dapat dikelompokkan sebagai early majority. Prinsipnya, mereka menggunakan model ini setelah melihat berhasil-tidaknya para early adopters.

Keempat, Late Majority merupakan kelompok yang pada awalnya skeptis, namun tetap mengamati bagaimana inovasi diadopsi oleh pihak lain.

Mereka menunggu berbagai contoh sukses untuk menghilangkan keraguan tersebut. Mereka masih terbuka pada kebaruan, namun mereka membutuhkan bukti untuk menghapus keraguan.

Berbeda dengan kelompok terakhir adalah Laggards, yakni kelompok yang ragu terhadap semua hal baru dan terbiasa dengan apa yang sudah mereka lakukan selama ini.

Bagi mereka, apa yang sudah dikerjakan saat ini dan terbukti berhasil adalah cukup dan tidak merasa perlu untuk mengadopsi inovasi apapun.

Memperhatikan fase adopsi di atas, keberadaan kelompok Early Adopters sangat menentukan bagi perkembangan KMP dekade mendatang. Sebab dari para early adopters inilah akan lahir role model KMP yang sudah kontekstual dengan kerangka hukum di Indonesia.

Dalam khazanah inovasi dikenal istilah “crossing the chasm”, yakni bagaimana suatu inovasi harus mampu “melompati jurang” di antara early adopters dan early majority.

Bila gagal lompat, maka KMP tidak akan sampai ke kelompok early majority dan late majority yang masing-masing jumlahnya 34 persen populasi.

Crossing the Chasm

Agar dapat melompati jurang, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam beberapa hal.

Pertama, adalah peningkatan kapasitas bagi para early adopters agar dapat mengelola koperasinya sesuai dengan format ideal KMP.

Misalnya, bagaimana menyeleraskan antara model bisnis dengan skema keanggotaan multi pihak sehingga model tersebut dapat benar-benar mengungkit perkembangan usaha.

Saat ini pada sebagian early adopters dijumpai pengelompokkan anggota yang dirancang tanpa memperhatikan model bisnis, yang mana skema multi pihak bisa menjadi tidak efektif pada koperasi tersebut.

Dalam konteks itu, Kemenkop UKM dapat menerbitkan semacam panduan operasional bagi mereka. Serta menyelenggarakan berbagai FGD yang bertujuan menyerap aspirasi serta berbagai kendala/kesulitan yang terjadi.

Termasuk memberikan nasihat yang relevan sesuai dengan konteks masalah mereka. Bagaimana, misalnya, menyelanggarakan Rapat Anggota, tantangan pengambilan keputusan, serta pengelolaan anggota yang heterogen dengan multi kepentingan.

Kedua, riset dan pengembangan model. Di sini peran lembaga penelitian serta perguruan tinggi sangat dibutuhkan.

Penelitian empiris yang berorientasi pada action research akan sangat membantu mempercepat sistematisasi role model.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

Work Smart
Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Whats New
Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan 'Oversupply'

Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan "Oversupply"

Whats New
Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Whats New
Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Whats New
International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

Whats New
Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Whats New
50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

Whats New
Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Whats New
Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Whats New
Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Work Smart
SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

Work Smart
Antisipasi Idul Adha, PLN Pastikan Pasokan Energi Primer di Atas 20 Hari

Antisipasi Idul Adha, PLN Pastikan Pasokan Energi Primer di Atas 20 Hari

Whats New
Dinilai Memuaskan, Konsumen dan Mitra Logistik Puji Program Garansi Tepat Waktu Shopee

Dinilai Memuaskan, Konsumen dan Mitra Logistik Puji Program Garansi Tepat Waktu Shopee

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com