Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Signifikansi "Early Adopters" dan Upaya "Crossing the Chasm" Koperasi Multi Pihak

Kompas.com - 19/04/2024, 13:21 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Sangat penting melakukan riset untuk mengidentifikasi praktik-pratik baik di lapangan agar menjadi contoh baik bagi yang lain. Pada sisi lain, riset bertemakan KMP sangat relevan bagi para akademisi dan peneliti sebab isu ini memiliki derajat novelty yang tinggi.

Saat ini beberapa akademisi yang saya kenal sedang melakukan riset untuk kebutuhan disertasi terkait KMP. Mahasiswa S1 serta S2 juga dapat terlibat dalam mengeksplorasi kebaruan tema ini.

Bagaimana, misalnya, menghubungkan KMP dengan dengan isu circular economy, sharing economy, share value co-creation, supply chain, stakeholder management, stakeholder value creation dan sebagainya.

Atau melihat dinamika KMP berdasar sektor semisal pertanian, jasa keuangan, block chain dan lainnya. Tema-tema itu sangat potensial dieksplorasi dalam penulisan makalah, jurnal serta buku yang menambah khazanah perkoperasian di Tanah Air.

Ketiga, tidak kalah penting adalah dukungan pendampingan pada sisi bisnis. Bagaimana pun koperasi merupakan entitas usaha, yang berhasil-tidaknya, juga dilihat dari aspek bisnisnya.

Lembaga inkubator bisnis, lembaga layanan pengembangan bisnis serta para konsultan dapat berperan dalam konteks ini.

Dalam riset terbarunya, Margaret Lund dan Sonja Novkovic (2023) menemukan, di lapangan anggota suatu KMP lebih peduli terhadap efektif tidaknya usaha koperasi tersebut daripada isu tata kelola organisasi (multi pihak).

Bagi mereka lebih penting apakah benar-benar KMP tersebut usahanya berjalan dan memberi manfaat nyata daripada soal pengambilan keputusan multi pihak.

Sebagai operating system, kehandalan KMP harus terbukti nyata di lapangan. Bagaimana, misalnya, skema multi pihak yang kompatibel dengan model bisnis, benar-benar mengungkit capaian usaha koperasi.

Juga bagaimana dengan skema multi pihak tersebut, aneka modalitas atau sumber daya dapat dikonsolidasi dengan lebih cepat dan luas untuk mendukung bisnis mereka.

Serta bagaimana skema multi pihak dapat benar-benar menjaga distribusi hasil terjadi secara wajar, berkeadilan dan berkelanjutan di antara mereka. Isu-isu tersebut harus bisa dibuktikan secara empiris yang menandai efektivitasnya model ini.

Selain yang khusus itu, dukungan umum lainnya seperti akses pendanaan serta pemasaran juga sangat penting.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) saya ketahui sudah memfasilitasi pembiayaan ke beberapa KMP di Indonesia. Hal tersebut merupakan peluang bagus dan dapat dimanfaatkan oleh yang lain.

Dengan biaya bunga/ jasa yang jauh lebih rendah daripada lembaga keuangan lain, pembiayaan LPDB dapat menjadi pengungkit pengembangan koperasi, bagi KMP dan koperasi-koperasi pada umumnya.

Dengan tiga upaya di atas, semoga KMP dapat melompati jurang hingga menjadi new normal bagi masyarakat atau koperasi pada umumnya.

Sebagai pembanding, di Kanada pasca-KMP diregulasi resmi tahun 1997, beberapa tahun selanjutnya KMP menjadi model yang cukup digemari di sana.

Martine Vézina dan Jean-Pierre Girard (2014) mengungkapkan, “In fact, it is estimated that since 2006, more than 60 per cent of new co-operatives choose this status. In some cases, single-stakeholder co-operatives were converted into solidarity co-ops”.

Dilihat dari horizon waktu, KMP diadopsi secara masif selang 5 tahun pascadiregulasi resmi.

Hal itu menunjukkan proses adopsi sudah sampai ke tangan early majority. Di mana sudah tersedia role model yang dapat mereka contoh yang dihasilkan dari early adopters di tahap awal.

Indonesia saya kira juga akan melalui pathway yang sama, kuncinya terletak pada kesuksesan para early adopters.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com