Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sulitnya "Fresh Graduate" Dapat Pekerjaan Pertama

Kompas.com - 07/05/2024, 22:16 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber CNBC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekerjaan tingkat pemula atau entry level biasanya merupakan posisi yang membutuhkan sedikit pengalaman dan keterampilan sebelumnya.

Hal ini lantaran pekerjaan ini pada umumnya diberikan kepada mereka yang baru lulus sekolah atau fresh graduate

Namun belakangan, anggapan tersebut bergeser lantaran pencari kerja di media sosial menemukan persyaratan untuk melamar pekerjaan tersebut lebih sulit untuk dipenuhi.

Baca juga: 5 Tips Mengatur Keuangan untuk Fresh Graduate agar Tak Menyesal

Ilustrasi wisuda.UNSPLASH/CHARLES DELOYE Ilustrasi wisuda.

Laporan TestGorilla pada 2023 menemukan 42 persen karyawan merasa tidak dapat mendaftar pekerjaan tingkat pemula karena tidak memenuhi kualifikasi dan pengalaman formal.

Sebelumnya McKinsey and Company menemukan, hambatan kedua dalam mendapatkan pekerjaan adalah kurangnya pengalaman, keterampilan yang releval, dan pendidikan.

Kepala ekonom ZipRecruiter Julia Pollak mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran menuju perekrutan berbasis keterampilan.

"Pengusaha jauh lebih mementingkan pengalaman dan keterampilan karyawan dibandingkan gelar mereka,” kata dia dikutip dari CNBC, Selasa (7/5/2024).

Baca juga: Pemerintah Prioritaskan Fresh Graduate dalam Rekrutmen CPNS 2024

Di sisi lain, Survei PwC menemukan, bagian Human Research Development (HRD) perusahaan menunjukkan penurunan tren merekrut sumber daya manusia (SDM) tingkat awal dari 79 persen menjadi 61 persen pada 2023.

Salah satu hambatan terbesar dari pekerja tingkat awal adalah kesenjangan keterampilan dan pelatihan. Namun bagi banyak pekerja, mendapatkan pelatihan kerja merupakan hal yang sulit.

Profesor manajemen Wharton School, University of Pennsylvania Peter Cappelli mengatakan, pengusaha tidak mengembangkan bakat secara internal.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Proses 'Refund' Tiket Kereta Antarkota Jadi Lebih Cepat Mulai 1 Juni

Proses "Refund" Tiket Kereta Antarkota Jadi Lebih Cepat Mulai 1 Juni

Whats New
Transaksi Pasar Saham AS ‘Lesu’, Saham-saham di Wall Street Tertekan

Transaksi Pasar Saham AS ‘Lesu’, Saham-saham di Wall Street Tertekan

Whats New
Hormati Proses Hukum oleh KPK, PGN Sebut Penanganan Kasus Korupsi Tak Ganggu Layanan Operasional

Hormati Proses Hukum oleh KPK, PGN Sebut Penanganan Kasus Korupsi Tak Ganggu Layanan Operasional

Whats New
'Sidak' Kementerian ESDM Temukan Elpiji Oplosan di Hotel dan Kafe di Jakarta, Bogor, Bali

"Sidak" Kementerian ESDM Temukan Elpiji Oplosan di Hotel dan Kafe di Jakarta, Bogor, Bali

Whats New
KPPU Awasi Layanan Operasi Starlink di RI

KPPU Awasi Layanan Operasi Starlink di RI

Whats New
Simak, Ini Daftar Stasiun untuk Pembatalan Tiket Kereta di Seluruh Indonesia

Simak, Ini Daftar Stasiun untuk Pembatalan Tiket Kereta di Seluruh Indonesia

Whats New
Keluh Kesah Karyawan soal Potongan Gaji Iuran Tapera: Memberatkan!

Keluh Kesah Karyawan soal Potongan Gaji Iuran Tapera: Memberatkan!

Whats New
Buntut Kasih Harga Promo, Starlink Bantah Lakukan Predatory Pricing

Buntut Kasih Harga Promo, Starlink Bantah Lakukan Predatory Pricing

Whats New
[POPULER MONEY] Keluh Kesah PNS yang Jadi Peserta Tapera | Buntut 60 Kloter Penerbangan 'Delay', Menhub Minta Garuda Berbenah

[POPULER MONEY] Keluh Kesah PNS yang Jadi Peserta Tapera | Buntut 60 Kloter Penerbangan "Delay", Menhub Minta Garuda Berbenah

Whats New
Gaji Komite Tapera Capai Rp 43 Juta Sebulan

Gaji Komite Tapera Capai Rp 43 Juta Sebulan

Whats New
PGN Buka Suara Usai Eks Petingginya Jadi Tersangka KPK

PGN Buka Suara Usai Eks Petingginya Jadi Tersangka KPK

Whats New
Warganet Keluhkan Layanan Digital Livin' by Mandiri yang Eror

Warganet Keluhkan Layanan Digital Livin' by Mandiri yang Eror

Whats New
MPMX Bakal Bagikan Dividen Rp 115 Per Saham

MPMX Bakal Bagikan Dividen Rp 115 Per Saham

Whats New
Ada 250 Standar yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Anggota OECD

Ada 250 Standar yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Anggota OECD

Whats New
Pesan Wapres untuk Jemaah Haji Aceh, Waspada Cuaca Panas hingga Bawa Air Minum

Pesan Wapres untuk Jemaah Haji Aceh, Waspada Cuaca Panas hingga Bawa Air Minum

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com