Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kian Bertambah, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 19,75 Juta

Kompas.com - 14/05/2024, 17:42 WIB
Rully R. Ramli,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah investor kripto Indonesia terus bertambah sampai dengan Maret 2024. Hal ini diikuti dengan kenaikan akumulasi nilai transaksi kripto.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi mengatakan, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 19,75 juta pada Maret 2024 lalu.

Jumlah itu meningkat sekitar 570.000 investor dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Pasar Kripto Berpotensi Rebound, Simak Prospek Jangka Panjangnya

Ilustrasi aset kripto. PIXABAY/WORLDSPECTRUM Ilustrasi aset kripto.
Selaras dengan kenaikan jumlah investor, nilai transaksi kripto tercatat mencapai Rp 103,58 triliun. Angka itu melesat 207,5 persen dari bulan sebelumnya sebesar Rp 33,69 triliun.

"Total akumulasi nilai transaksi aset kripto sepanjang tahun 2024 tercatat senilai Rp 158,84 triliun," ujar Hasan, dalam konferensi pers RDKB April 2024, dikutip Selasa (14/5/2024).

Merespons perkembangan tersebut, OJK memastikan untuk terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital, penguatan ekosistem keuangan digital yang berkelanjutan, serta praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab, khususnya terkait dengan penerapan Artificial Intelligence di sektor ITSK.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, Kenaikan transaksi kripto mencerminkan potensi pasar kripto di Indonesia dan menunjukkan bahwa aset kripto semakin diterima sebagai alternatif investasi yang menjanjikan.

Baca juga: Pasar Kripto Sideways, Simak Tips Trading untuk Pemula

Menurutnya, salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan transaksi kripto adalah kenaikan harga bitcoin diikuti kenaikan koin-koin lainnya.

Dengan meningkatnya harga bitcoin hingga di atas Rp 1 miliar, investor dinilai cenderung melakukan transaksi lebih aktif, menyebabkan peningkatan signifikan dalam volume perdagangan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com