Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Mandiri: Suku Bunga Acuan Belum Akan Turun dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 14/05/2024, 20:30 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meyakini, tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) belum akan turun dalam waktu dekat. Hal ini seiring dengan masih tingginya ketidakpastian global.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, potensi risiko ke depan masih besar dengan masih berlangsungnya gejolak geopolitik global, kenaikan harga energi dan pangan, serta tekanan dari keluarnya investasi portfolio asing. Berbagai sentimen itu berpotensi menyebabkan penguatan dollar AS.

"Dengan demikian, suku bunga acuan belum akan turun dalam waktu dekat," kata dia, dalam Mandiri Macro and Market Brief, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Pospek Kinerja Membaik, Bank Mandiri Raih Peringkat AAA dengan Outlook Stabil dari Fitch Ratings

Sebagaimana diketahui, BI mengerek tingkat suku bunga acuannya menjadi 6,25 persen dalam gelaran Rapat Dewan Gubernur (RDG) April lalu. Keputusan itu diambil dengan tujuan meredam pelemahan dan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Walaupun tingkat suku bunga acuan bank sentral berada di posisi yang tinggi, Bank Mandiri memproyeksi, kinerja ekonomi RI tetap terjaga. Hal ini utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang terjaga.

Andry mengakui, memasuki periode pasca-Idul Fitri belanja masyarakat memasuki periode normalisasi yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Mei. Meski demikian, belanja di sejumlah daerah masih menunjukkan kenaikan, seperti Bali dan Nusa Tenggara.

"Berdasarkan kategori belanja, belanja consumer goods melambat lebih dalam dibanding kelompok lain, terutama pada sub kelompok belanja kebutuhan sehari-hari (supermarket) dan yang terkait fesyen," tuturnya.

Baca juga: Bos BI: Kenaikan Suku Bunga Berhasil Menarik Modal Asing ke Pasar Keuangan RI


Dengan melihat perkembangan tersebut, Andry bilang, ekonomi Indonesia diperkirakan masih cukup resilien menghadapi gejolak global. Berakhirnya rangkaian tahapan Pilpres akan mendorong keyakinan pelaku ekonomi untuk melakukan ekspansi.

"Selain itu, akan segera dimulainya tahapan Pilkada juga dapat memberikan dorongan terhadap pertumbuhan konsumsi," ujarnya.

"Proyeksi Bank Mandiri, ekonomi Indonesia masih akan mencatat pertumbuhan yang sehat pada 5,06 persen pada tahun 2024," ucapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com