Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Merugi, Industri Fintech Lending Diharapkan Cetak Laba pada Kuartal II 2024

Kompas.com - 15/05/2024, 07:00 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap industri fintech peer-to-peer lending atau fintech lending dapat mencetak keuntungan pada kuartal II-2024.

Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan, nilai kerugian yang ditelan industri fintech lending sejak awal tahun hingga Maret 2024 terus mengalami penurunan.

"Diharapkan industri fintech lending dapat kembali mencetak keuntungan pada triwulan kedua 2024," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/5/2024).

Baca juga: Surat Utang Diburu Investor, Pemerintah Kantongi Rp 21,36 Triliun

Ia memerinci, industri fintech lending mencatat kerugian Rp 135,57 miliar pada Januari 2024. Jumlah itu terus membaik tiap bulannya dengan rugi yang dicatat pada Februari 2024 senilai Rp 97,53 miliar. Adapun pada Maret 2024, industri fintech lending masih menelan rugi sekitar Rp 27,30 miliar.

Agusman berharap tren perbaikan ini terus berlanjut sampai ke level untung atau profitabilitas kembali.

"Penyelenggara perlu melakukan evaluasi secara berkala," imbuh dia.

Hal tersebut termasuk melakukan efisiensi dan menekan biaya operasional dan layanan pinjaman.

Baca juga: Asosiasi Fintech Lending Buka Suara Soal Pencabutan Izin Usaha TaniFund

 

"OJK akan terus melakukan monitoring terhadap implementasi beberapa kebijakan yang mulai berlaku sejak awal 2024," tandas dia.

Adapun, industri fintech lending terus mencetak laba sepanjang 2023 lalu. Berdasarkan catatan OJK, pada Desember 2023, industri fintech lending masih mencetak laba senilai Rp 478,15 miliar.

Sebagai catatan, industri fintech lending baru saja menerapkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penurunan bunga fintech peer to peer (P2P) lending yang berlaku pada 1 Januari 2024.

Aturan tersebut tertuang dalam SEOJK Nomor 19 Tahun 2023, yang mana batas maksimum bunga pinjaman untuk pendanaan konsumtif menjadi 0,3 persen per hari dan produktif sebesar 0,1 persen per hari.

Baca juga: Jago Syariah Jajaki Kerja Sama dengan Fintech Lending

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com