Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahlil Ajak Investor Australia ke Weda Bay

Kompas.com - 15/05/2024, 13:00 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Pemerintah Indonesia berkomitmen membangun industri ramah lingkungan ke depan.

Hal ini disampaikan Bahlil saat menjadi pembicara pada Indonesia-Australia Business Summit di Melbourne, Victoria, Australia, pada Senin (13/5/2024).

"Jika ada yang mengatakan kalau kawasan industri kami tidak ramah lingkungan, saya akan bawa bapak-ibu semua ke kawasan industri Weda Bay di Maluku Utara," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Bahlil mengatakan, hilirisasi di Weda Bay, Maluku Utara merupakan bagian dari penghasil ekspor sebesar 12 miliar Dolar AS untuk sektor hilirisasi mineral.

"Di sana semuanya sudah ramah lingkungan,” ujarnya.

Bahlil mengatakan Indonesia memiliki potensi besar bagi investasi hijau. Namun, tantangan yang berat saat ini, masih sedikit investor tertarik berinvestasi, khususnya di energi hijau.

"Hanya 1/5 dari investasi pada energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. Padahal 2/3 dari penduduk dunia hidup di negara berkembang," tuturnya.

Baca juga: Bahlil Ungkap 61 Persen Saham Freeport Bakal Jadi Milik Indonesia

Bahlil mengatakan, pasar global menantikan produk-produk industri dari energi listrik ramah lingkungan. Karenanya, kata dia, investor hanya akan berinvestasi ke negara-negara yang memiliki energi bersih.

"Target carbon neutral pada tahun 2060 salah satunya dengan sistem penyimpanan energi bersih atau baterai yang akan beroperasi pada 2030," kata dia.

Berdasarkan hal tersebut, Bahlil mengajak investor Australia meningkatkan investasinya di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, yaitu sejak tahun 2019 –triwulan I 2024, total realisasi investasi Australia di Indonesia mencapai 1,96 miliar dolar AS.

Baca juga: Investasi Apple di Indonesia Capai Rp 1,6 Triliun, Bahlil: Belum Ada Komunikasi ke Kami

Selama periode tahun 2023, Australia menempati peringkat ke-10 sebagai sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar bagi Indonesia dengan realisasi investasi mencapai 0,5 miliar dolar AS.

Demikian pula pada periode triwulan I tahun 2024, Australia masih berada di peringkat ke-10 dengan realisasi investasi sebesar 172,3 juta dolar AS.

Tiga sektor utama penyumbang realisasi investasi terbesar asal Australia yaitu pertambangan (65,4 persen), hotel dan restoran (7,6 persen) dan Jasa Lainnya (6,4 persen).

Baca juga: Bahlil Sebut Izin Tambang Vale Indonesia Bakal Diberikan Usai Lebaran

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com