Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Dorong Maskapai Penerbangan Asing Beroperasi di Indonesia

Kompas.com - 15/05/2024, 15:30 WIB
Haryanti Puspa Sari,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mendorong maskapai asing beroperasi di Indonesia.

Luhut mendorong maskapai asing masuk ke Indonesia lantaran tak ingin bisnis penerbangan sempit di dalam negeri saja. Hal ini, kata dia, membuat harga tiket pesawat meroket.

"Kalau sekarang kita mau dorong airline asing masuk ke dalam tetapi kita tata," kata Luhut dalam keterangannya usai acara Press Conference Ekspedisi Bersama Indonesia - OceanX di Bali, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Menyehatkan Pesawat di Indonesia dengan Skema Part Manufacturer Approval

Luhut mengaku menerima informasi terkait keluhan dari turis Jepang yang kesulitan mencari rute penerbangan ke Tanah Air lantaran maskapai yang tersedia hanya sedikit.

"Garuda nih sekarang, itu penumpangnya tadi komplain dari Jepang, begitu banyak orang mau naik (tapi) airline-nya kurang, mesti lewat mana, dan akhirnya mahal (harga tiket)," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, maskapai asing yang masuk ke Indonesia akan ditata, salah satunya terkait kepemilikan saham.

"Jadi misalnya itu ada aturan hanya boleh tidak boleh majority sahamnya, kalau enggak bisa penuhi masa orang menderita," ucap dia.

Baca juga: Boeing Kurangi Produksi Pesawat, Apa Dampaknya Ke Maskapai Indonesia?

RI kekurangan armada pesawat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebelumnya juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan 300-350 armada transportasi udara. Hal ini dipaparkannya menjelang musim mudik Lebaran tahun ini.

Menurut Sandiaga, kekurangan armada ini menjadi salah satu yang membuat harga tiket transportasi udara melambung. Mahalnya harga tiket lantas ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara pada Rabu (13/3/2024).

Ia menyampaikan, pemerintah memiliki tugas untuk memastikan agar jumlah armada dan penerbangan dioperasikan lebih banyak untuk menekan naiknya harga tiket.

"Kami tugasnya adalah memastikan agar jumlah pesawat bisa lebih banyak dioperasikan di Indonesia, kita masih ada kekurangan antara 300-350 pesawat maka kita harus segera datangkan," kata Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu.

"Dengan penambahan jumlah penerbangan, akan meningkatkan ketersediaan kursi dan harga tiket akan makin bisa lebih terjangkau," imbuhnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Incar Pendanaan 5 Miliar Dollar AS, Saham Alibaba di Hong Kong Anjlok 5 Persen

Whats New
Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Laporan Pendapatan Nvidia Tak Mampu Jadi Katalis, Wall Street Melemah

Whats New
Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Kemenhub Temukan Masih Banyak Bus Pariwisata Tak Laik Jalan

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

[POPULER MONEY] Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS | Kapan Gaji Karyawan BUMN Indofarma Bakal Dibayarkan?

Whats New
Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Simak Cara Beli Tiket Kereta Cepat via BRImo dan Livin’ by Mandiri

Spend Smart
Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Cara Melihat Saldo ATM BCA, BRI, BNI, dan Mandiri

Spend Smart
Cara Menonaktifkan SMS Banking BSI, Bisa lewat HP

Cara Menonaktifkan SMS Banking BSI, Bisa lewat HP

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com