Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sepatu Impor dari China Banjiri Pasar RI?

Kompas.com - 15/05/2024, 21:34 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri alas kaki Tanah Air belakangan menjadi sorotan, seiring dengan keputusan PT Sepatu Baka Tbk yang menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat pada pengujung April 2024.

Sejumlah pengusaha menilai, salah satu penyebab tutupnya pabrik merek sepatu legendaris itu ialah semakin masifnya impor sepatu ke Indonesia, sehingga permintaan terhadap sepatu produksi dalam negeri menurun.

Lantas, apakah benar produk sepatu dari luar negeri membanjiri pasar dalam negeri?

Baca juga: Pabrik Sepatu Bata Tutup, Pengusaha: Pabrik Ada di Daerah dengan UMK Tinggi..

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor alas kaki ke Indonesia per April 2024 mencapai 52 juta dollar AS atau setara Rp 837,2 miliar (asumsi kurs Rp 16.100 per dollar AS).

"Nilai ini turun 1,53 persen secara bulanan (month to month/mtm)," ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Lebih lanjut Pudji bilang, impor paling banyak berasal dari China. Berdasarkan catatan BPS, nilai impor alas kaki dari Negeri Tirai Bambu mencapai 25 juta dollar AS atau setara Rp 402,5 miliar.

"Atau 48,08 persen total impor alas kaki," kata Pudji.

Sebagai informasi, PT Sepatu Bata Tbk, memutuskan untuk menutup pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, pada 30 April lalu.

Direktur dan Sekretaris Bata Hatta Tutuko mengatakan, keputusan pabrik Bata tutup di Purwakarta itu dilakukan demi menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang.

Perusahaan melakukan inisiatif tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang melalui pemasok lokal dan mitra lainnya.

"Bata merasa perlu untuk bertransformasi untuk melayani konsumen dengan lebih baik," kata Hatta dalam keterangannya.

Baca juga: Rugi Sepatu Bata Bengkak 79,6 Persen Sepanjang 2023

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com