Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Program Kartu Prakerja Bakal Dilanjut di Masa Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Kompas.com - 16/05/2024, 10:30 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidan Perekonomian selaku Ketua Komite Cipta Kerja, mendorong agar program Kartu Prakerja dapat dilanjutkan pada pemerintahan selanjutnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, berdasarkan kinerja program Kartu Prakerja selama empat tahun ini program layak untuk diteruskan.

Adapun capaian Program Kartu Prakerja selama ini salah satunya dapat membantu 18,1 juta orang menerima akses pelatihan dari Prakerja sehingga menciptakan peluang kerja yang lebih besar.

Terdapat lebih dari 390 lembaga penyedia pelatihan, baik universitas, politeknik, yayasan, BLK komunitas, perusahaan multinasional, hingga education technology yang tergabung dalam ekosistem Prakerja.

Baca juga: ASN Bisa Ikut Pelatihan Prakerja, Bagaimana Caranya?

Pelatihan yang ditawarkan juga bervariasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Variasi pelatihan yang ditawarkan Prakerja saat ini mencapai sekitar 5.600 pelatihan.

"Dengan pencapaian yang sudah dicapai oleh PMO (Project Management Officer) Prakerja sekarang, sepertinya tidak ada alasan untuk kita tidak lanjutkan. Sehingga kita mendorong ke depan kita akan usulkan untuk dilanjutkan," ujarnya saat acara Rilis Laporan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Tahun 2023 di Hotel Saint Regis, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Menurutnya, program seperti Kartu Prakerja akan sangat dibutuhkan ke depannya karena Indonesia akan menghadapi masa bonus demografi pada 2045 dimana jumlah penduduk usia muda dan produktif akan jauh lebih banyak.

Baca juga: Ini Jenis Green Jobs yang Paling Banyak Dicari Perusahaan Versi Prakerja

 


Terlebih, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) saat ini tengah membuka aksesi dengan Indonesia sehingga program ini akan dibutuhkan untuk memenuhi berbagai standar dan rekomendasi yang dipersyaratkan agar Indonesia bisa menjadi anggota OECD.

"Prakerja ini dari sisi manfaat memang tujuannya untuk mendorong masalah kompetensi dan masalah kemampuan kompetensi upskilling reskilling dari para pekerja kita," ucapnya.

Kendati demikian, keputusan untuk melanjutkan program Kartu Prakerja tetap berada di tangan pemerintahan selanjutnya.

"Mudah-mudahan prakerja ini tetap akan dilanjutkan kembali," kata dia.

Baca juga: Berikan Manfaat untuk Jutaan Orang, Program Prakerja Resmi Lanjut pada 2024

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com