Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Pede Pertumbuhan Ekonomi Capai 8 Persen, ADB: Berat...

Kompas.com - 16/05/2024, 19:10 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku percaya diri, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai angka 8 persen dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun ke depan.

Meskipun demikian, lembaga keuangan internasional Bank Pembangunan Asia (ADB) menilai, target yang dipatok oleh Prabowo akan berat untuk direalisasikan, khususnya melihat kondisi perekonomian global yang tidak pasti.

"Kalau lihat kondisi seperti sekarang berat (pertumbuhan ekonomi 8 persen)," ujar Ekonom Utama ADB Indonesia, Arief Ramayandi, ditemui di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Baca juga: Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 8 Persen di 3 Tahun Pemerintahannya

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, ADB memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan relatif stagnan pada kisaran 5 persen untuk tahun ini dan tahun depan.

Dari dalam negeri, ADB melihat, sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari perdagangan internasional sebenarnya berpotensi kembali memainkan peran penting, setelah selama beberapa tahun terakhir tertekan akibat ketidakpastian global.

Meskipun demikian, proyeksi itu masih dihadapi oleh risiko eksternal berupa permintaan global yang tidak menentu, sehingga pada akhirnya kembali menekan ekspor.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini atau beberapa tahun terakhir ini ditopang oleh permintaan domestik mulai bisa didukung permintaan ekspor," tutur Arief.

Lebih lanjut Arief bilang, sebenarnya angka pertumbuhan ekonomi masih bisa didongkrak apabila dilakukan sejumlah "terobosan" terkait peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM).

ADB mencatat, salah satu tantangan utama jangka menengah dan panjang yang bakal dihadapi Indonesia untuk mendongkrak produk domestik bruto (PDB) ialah produktivitas SDM, yang sampai saat ini dinilai belum kompetitif.

"Dan komposisi tenaga kerja yang didominasi berpendidikan relatif rendah, sehingga skills enggak terlalu tinggi," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden terpilih Prabowo Subianto meyakini bisa meraih pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen pada usia 2 sampai 3 tahun pemerintahannya kelak.

"Saya sangat yakin. Saya sudah dialog dengan para pakar. Saya mempelajari angka-angkanya. Saya sangat yakin kami akan dengan sangat mudah meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, dan saya akan berusaha keras melampauinya," kata Prabowo dalam dialog di ajang Forum Ekonomi Qatar di Doha, Qatar, seperti dikutip dari kanal YouTube, Kamis (16/5/2024).

"Saya memperkirakan itu terjadi dalam 2 sampai 3 tahun," sambung Prabowo.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,11 Persen pada Kuartal I-2024

Prabowo mengatakan, fokus pertamanya dalam pemerintahannya kelak adalah soal ketersediaan bahan pangan buat masyarakat.

Setelah itu, kata Prabowo, pemerintah akan fokus kepada ketahanan dan swasembada energi.

"Dan kami berusaha menurunkan tingkat kemiskinan secara besar-besaran," kata Prabowo.

Prabowo juga mengatakan, pemerintahannya kelak akan berupaya memecahkan masalah kelaparan di kalangan anak-anak.

"Dan terakhir kami harus berkonsentrasi mengolah sumber daya alam kami. Kami harus melakukan upaya besar-besaran untuk melakukan hilirisasi, dan juga industrialisasi," ucap Prabowo.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lampaui Malaysia hingga Amerika Serikat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Whats New
Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Pekerja Wajib Ikut Iuran Tapera, Ekonom: Lebih Baik Opsional

Whats New
Buka Peluang Kerja Sama Bilateral, Delegasi Indonesia Sampaikan Potensi Tanah Air di Moscow-Indonesia Business Mission

Buka Peluang Kerja Sama Bilateral, Delegasi Indonesia Sampaikan Potensi Tanah Air di Moscow-Indonesia Business Mission

Rilis
Astra International Gandeng Semen Indonesia Maksimalkan TKDN Sparepart UKM

Astra International Gandeng Semen Indonesia Maksimalkan TKDN Sparepart UKM

Whats New
Pertamina Minta Besaran Subsidi Solar Dikaji Ulang

Pertamina Minta Besaran Subsidi Solar Dikaji Ulang

Whats New
Cara Mengambil Uang Western Union di Bank BCA dan Syaratnya

Cara Mengambil Uang Western Union di Bank BCA dan Syaratnya

Earn Smart
Apa Kabar Pembangunan Bandara VVIP di IKN? Ini Penjelasan Menhub

Apa Kabar Pembangunan Bandara VVIP di IKN? Ini Penjelasan Menhub

Whats New
Cara Mengambil Uang Western Union di Bank BRI dan Persyaratannya

Cara Mengambil Uang Western Union di Bank BRI dan Persyaratannya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di Western Union, Lokasi, dan Biayanya

Cara Mengambil Uang di Western Union, Lokasi, dan Biayanya

Earn Smart
Mengenal Western Union, Cara Kirim Uang dan Biayanya

Mengenal Western Union, Cara Kirim Uang dan Biayanya

Spend Smart
Jemaah Haji Embarkasi Aceh Tahun Ini Paling Banyak Berprofesi PNS

Jemaah Haji Embarkasi Aceh Tahun Ini Paling Banyak Berprofesi PNS

Whats New
Demi Hubungan Industrial Harmonis dan Demokratis, Wamenaker Ajak Perusahaan Pertahankan Nilai-nilai Pancasila 

Demi Hubungan Industrial Harmonis dan Demokratis, Wamenaker Ajak Perusahaan Pertahankan Nilai-nilai Pancasila 

Whats New
Pertamina Proyeksi Konsumsi BBM Subsidi Naik di 2025, Pertalite Capai 32,2 Juta KL

Pertamina Proyeksi Konsumsi BBM Subsidi Naik di 2025, Pertalite Capai 32,2 Juta KL

Whats New
BRI Life Cetak Laba Bersih Rp 149,3 Miliar pada Kuartal I-2024

BRI Life Cetak Laba Bersih Rp 149,3 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Apa Itu Investasi? Yuk Kenali Pengertiannya

Apa Itu Investasi? Yuk Kenali Pengertiannya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com