Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

OJK Bakal Buka Akses SLIK kepada Perusahaan Asuransi, Ini Sebabnya

Kompas.com - 17/05/2024, 12:40 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memonitor perusahaan yang memiliki eksposur pada portofolio asuransi kredit untuk memastikan pengelolaan kewajiban yang memadai.

Hal itu karena secara statistik, klaim lini usaha asuransi kredit pada asuransi umum dan reasuransi mengalami peningkatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menerangkan, dalam mendorong pengelolaan risiko yang lebih baik, OJK juga berupaya untuk membuka akses atas risiko kredit yang dijamin.

"Melalui pembukaan akses SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) kepada perusahaan asuransi," kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (17/5/2024).

Baca juga: Pinjol Bakal Masuk SLIK, OJK: Jadi Anak-anak Muda Itu Aware, Jangan Main Utang Online

Ia menambahkan, hal ini dimaksudkan untuk memberikan transparansi dalam penutupan asuransi kredit dan juga pengelolaan subrogasi yang dapat diperoleh dari nasabah yang kreditnya menjadi macet.

Sebelumnya, OJK menerbitkan peraturan OJK Nomor 20 Tahun 2023. Peraturan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan asuransi menjalankan mekanisme mitiagsi yang lebih optimal atas eksposur risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi dari pemasaran jenis produk asuransi.

Lebih lanjut, Ogi bilang, POJK 20/2023 dimaksudkan untuk mengembalikan asuransi kredit pada fundamentalnya.

Beberapa reformasi pada ketentuan asuransi kredit antara lain pembagian risiko (risk sharing), pembatasan masa pertanggungan, serta pembatasan biaya akuisisi yang dimaksudkan.

Hal itu bertujuan agar perusahaan asuransi dan partner tertanggung seperti bank dapat menerapkan perilaku yang lebih sehat dalam pengelolaan risiko.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat industri membayar klaim asuransi kredit senilai Rp 16,88 triliun.

Jumlah tersebut tumbuh Rp 4,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 12,6 triliun.

Baca juga: Ukur Skor Kredit, Apakah BI Checking Sama dengan SLIK OJK?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com