Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengertian Akuisisi, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Kompas.com - 17/05/2024, 21:29 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Akuisisi adalah salah satu strategi yang digunakan untuk mengembangkan bisnis atau mempercepat pertumbuhan sebuah perusahaan.

Aksi korporasi akuisisi sangat umum dilakukan dalam praktik bisnis baik di Indonesia maupun di kancah global.

Kita bisa jadi sering mendengar pemberitaan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Ukuran kesepakatan terkait akuisisi yang cukup besar pun biasanya menjadi sorotan media massa.

Padahal biasanya, aksi merger dan akuisisi lebih kerap terjadi di perusahaan-perusahaan kecil hingga menengah dibanding di perusahaan besar.

Baca juga: Kelanjutan Merger Bank MNC dan Nobu Bank di Tengah Akuisisi Hanwa Life

Pengertian Akuisisi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan akuisisi adalah sebagai pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset (dalam industri perbankan terjadi apabila pembelian saham di atas 50 persen).

Dilansir dari Investopedia, akuisisi adalah aksi korporasi yang dilakukan sebuah perusaaan dengan membeli sebagian besar atau seluruh saham dari perusahaan lainnya untuk mendapatkan kontrol atas perusahaan tersebut.

Akuisisi dilakukan biasanya dengan membeli lebih dari 50 persen saham sebauh perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan yang mengakuisisi bisa membuat keputusan mengenai pengelolaan aset di perusahaan yang telah diakuisis tanpa perlu melalui persetujuan dari pemegang saham.

Baca juga: Chandra Asri Group Akuisisi Kilang Minyak di Singapura

Tujuan Akuisisi

Terdapat beragam alasan sebuah perusahaan melakukan akuisisi terhadap perusahaan lain.

Beberapa di antaranya yakni untuk mencari kesempatan bisnis yang lebih luas, pangsa saham yang lebih besar, meningkatkan sinergi, mengurangi biaya produksi, atau beberapa hal lainnya.

Berikut adalah tujuan akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan:

1. Melakukan ekspansi usaha

Bila sebuah perusahaan ingin melakukan ekspasi operasional perusahaan ke negara lain, membeli perusahaan yang sudah ada di negara tujuan adalah salah satu cara termudah.

Dengan membeli saham dari perusahaan yang sudah ada, tidak perlu dilakukan rekrutmen karyawan baru, membangun brand atau merek, serta susah payah mendapatkan jenis aset lainnya.

2. Strategi menumbuhkan perusahaan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com