Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potensi Ekonomi Kurban Diprediksi Capai Rp 27 Triliun pada 2024

Kompas.com - 17/05/2024, 22:00 WIB
Elsa Catriana,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi potensi ekonomi pembelian hewan kurban selama Idul Adha tahun ini mencapai Rp 26-27 triliun.

Senior peneliti Core Indonesia Ishak Razak mengatakan, potensi itu didorong seiring meningkatnya indeks kepecayaan konsumen di tahun ini yang bisa berpengaruh pada niat masyarakat untuk berkurban.

“Kalau tahun lalu perputaran ekonomi hewan kurban mencapai Rp 24,3 triliun saya kira paling minimal perputaran tahun ini bisa mencapai Rp 26 sampai Rp 27 triliun,” ujarnya saat media briefing Dompet Dhuafa di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

Baca juga: Nasabah Bank Mualamat Kini Bisa Beli Hewan Kurban lewat Aplikasi

Di sisi lain, kata Ishak, pembelian hewan kurban tahun ini masih akan relatif mahal lantaran adanya pelemahan rupiah pada dollar AS. Meski begitu, tidak membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk berkurban.

Hanya saja akan ada tren penggantian hewan kurban yang semula awalnya masyarakat niat mengurbankan kerbau atau sapi, namun karena relatif mahal akan berpindah ke kambing.

“Ini karena memang ada sedikit faktor pelemahan rupiah juga jadi akan ada switch ke kambing,” jelasnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Distribusikan Lebih dari 1.000 Hewan Kurban untuk Wilayah Operasinya

Sementara itu Ketua THK 1445 H Dompet Dhuafa Bobby P. Menulang mengatakan, dengan adanya potensi perputaran ekonomi dalam hewan kurban setiap tahunnya meningkat, pihaknya memiliki program Tebar Hewan Kurban yang merangkul ribuan para peternak binaan maupun mitra Dompet Dhuafa.

Berbasis peternakan rakyat lewat program itu pihaknya ingin memutus kartel-kartel peternakan sehingga bisa dipastikan kurban yang didistribusikan tepat sasaran meskipun memiliki jangkauan yang luas.

“Selama ini kita ada kendala, tumbuhnya sektor peternakan terhambat oleh pergerakan kartel yang masih luas. Lembaga zakat seperti Dompet Dhuafa diharapkan dapat memutus mata rantai pergerakan kartel di sektor peternakan, sehingga pembeli dengan peternak dapat langsung bertransaksi,” katanya.

Baca juga: Idul Adha, PGN Bagikan 368 Hewan Kurban di Sekitar Wilayah Operasi

Dia menjelaskan, dalam program ini, pihaknya mengangkat tema 3 PASTI yakni Pasti Jantan, Pasti Lolos dan Pasti Distribusi.

Pasti Jantan pihaknya menjamin bisa menjaga pasokan daging untuk berikutnya. Selanjutnya, Pasti Lolos Quality Control, merupakan hal terpenting dalam penyediaan hewan kurban agar layak secara mutu kesehatan, bobot optimal dan usia hewan kurban yang pantas untuk digunakan saat kurban nanti.

“Dan yang terakhir Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri, hal ini sebagai komitmen Dompet Dhuafa dalam meratakan konsumsi daging kurban di wilayah-wilayah dengan minus pasokan daging kurban setiap tahunnya,” jelasnya.

Baca juga: BSI Salurkan 7.112 Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menteri PPN Sebut Masih Ada Pejabat Eselon I Terima Bansos

Menteri PPN Sebut Masih Ada Pejabat Eselon I Terima Bansos

Whats New
Saham Bank-bank Besar Terkoreksi, OJK: Lumrah dan Sejalan dengan Mekanisme Pasar

Saham Bank-bank Besar Terkoreksi, OJK: Lumrah dan Sejalan dengan Mekanisme Pasar

Whats New
E-commerce Makin Ngetren, Ini Wujud Transformasi Perusahaan Jasa Logistik

E-commerce Makin Ngetren, Ini Wujud Transformasi Perusahaan Jasa Logistik

Whats New
Emiten Kertas TKIM Bakal Tebar Dividen Rp 77,8 Miliar

Emiten Kertas TKIM Bakal Tebar Dividen Rp 77,8 Miliar

Whats New
Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Siapkan Investasi 6,2 Miliar Dollar AS pada 2029

Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Siapkan Investasi 6,2 Miliar Dollar AS pada 2029

Whats New
Link Cek Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2024

Link Cek Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2024

Whats New
INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

Whats New
AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com