Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kian Menguat, Harga Bitcoin Kembali Tembus 67.000 Dollar AS per Keping

Kompas.com - 18/05/2024, 20:18 WIB
Rully R. Ramli,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penguatan harga aset kripto berlanjut hingga akhir pekan ini. Bahkan, harga Bitcoin telah kembali menembus level 67.000 dollar AS per keping.

Berdasarkan data CoinMarketCap, pada Sabtu (18/5/2024) hari ini, harga Bitcoin mencapai kisaran 67.100 dollar AS per keping. Nilai ini menguat sekitar 1,23 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dan melesat 10,37 persen selama sepekan.

Bukan hanya Bitcoin, kenaikan juga dialami oleh kripto besar lain, Ethereum. Tercatat nilai Ethereum menguat 2,87 persen dalam kurun waktu 24 jam dan 7,28 persen dalam sepekan, ke posisi 3.120,87 dollar AS. 

Baca juga: Inflasi AS Mereda, Harga Bitcoin Melesat

Ilustrasi bitcoin.UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, tren penguatan pasar kripto tidak terlepas dari data inflasi AS yang diumumkan beberapa hari lalu.

Angka inflasi April sebesar 3,4 persen lebih rendah dari perkiraan pasar, dan dinilai menandakan penurunan tekanan inflasi.

"Penurunan inflasi AS memberikan angin segar bagi pasar kripto, terutama Bitcoin. Ini memperkuat kepercayaan investor terhadap potensi Bitcoin sebagai pelindung nilai terhadap inflasi," kata dia, dalam keterangannya, Sabtu.

Selain itu, Oscar bilang, kenaikan harga Bitcoin juga didukung oleh peningkatan aktivitas perdagangan di kalangan investor ritel dan institusi. Funding rates yang meningkat menunjukkan adanya peningkatan pembelian dengan leverage di banyak bursa ritel.

Baca juga: Fluktuasi Bitcoin Sedang Tinggi, Investor Diminta Pahami Kondisi Pasar

"Momentum seperti ini sangat dinantikan oleh para investor setiap bulannya," katanya.

Lebih lanjut Oscar menyebutkan, penentuan penurunan atau kenaikan inflasi di Amerika Serikat memiliki dampak signifikan terhadap suku bunga secara global.

Dalam konteks ini, investor akan menjadikan tingkat inflasi AS sebagai salah satu acuan utama dalam menentukan instrumen investasi yang paling tepat untuk dipilih.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Whats New
Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Whats New
Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Whats New
Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Whats New
Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Whats New
ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

Whats New
Gara-gara Infrastruktur Pipa Belum Tersambung, Jabar Kekurangan Pasokan Gas saat Jatim Kelebihan

Gara-gara Infrastruktur Pipa Belum Tersambung, Jabar Kekurangan Pasokan Gas saat Jatim Kelebihan

Whats New
Pemerintah Sudah Mulai Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng ke Produsen

Pemerintah Sudah Mulai Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng ke Produsen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com