Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Aris Marfai
Kepala Badan Informasi Geospasial

Professor Geografi

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Kompas.com - 20/05/2024, 13:35 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

GEOSPATIAL World forum (GWF) baru saja berlangsung di Rotterdam Belanda, 13-16 Mei. GWF merupakan pertemuan tahunan para profesional dan pemimpin geospasial di seluruh dunia.

Salah satu pembicaraan penting dari forum tersebut adalah dunia yang sedang mengalami transisi teknologi, sosial, ekonomi, dan geopolitik yang masif.

Transisi tidak terhindarkan. Komunitas geospasial tidak luput dari pergeseran ini. Transisi geospasial berada di inti transisi global. Teknologi geospasial telah menjadi bagian terintegrasi dari banyak dimensi kebutuhan manusia.

Dulu teknologi geospasial lebih banyak memberikan layanan pada kegiatan pemetaan, navigasi, perencanan, monitoring sumberdaya alam dan manajemen bencana.

Saat ini teknologi geospasial atau teknologi berbasis lokasi telah memberikan dimensi baru pada segala hal yang kita lakukan. Geospasial telah menjadi industri yang menyematkan visi spasial di berbagai sektor yang memberikan dampak ekonomi yang besar.

Industri berbasis lokasi atau industri geospasial ini diperkirakan bernilai 512 miliar dollar AS, dan dampak sosio-ekonomi secara langsung diperkirakan sebesar 7,5 triliun dollar AS di seluruh dunia.

Teknologi geospasial telah masuk ke berbagai sektor ekonomi penting, seperti energi dan pertambangan, pertahanan, telekomunikasi, infrastruktur, kehutanan dan lingkungan, iklim dan bencana alam, pertanahan dan tata ruang, kesehatan, transportasi dan logistik, serta pariwisata. Semuanya menjadi bagian dari penguatan ekonomi global.

Bisnis geospasial telah menarik investasi langsung sebesar 202 miliar dollar AS dalam tiga tahun terakhir.

Dulu potensi bisnis geospasial yang mencakup pemanfaatan teknologi, layanan, produk dan aplikasi masih sangat terbatas.

Pemanfaatan teknologi geospasial masih sebatas mencakup teknologi sistem informasi geografis (SIG), pemrosesan citra satelit, dan teknologi GPS (Global Positioning System).

Potensi layanan geospasial juga masih terbatas pada layanan pemetaan, analisis spasial, dan pemrosesan data geospasial.

Sedangkan produk geospasial masih hanya mencakup produk peta, data, perangkat keras dan perangkat lunak. Sementara aplikasi geospasial juga masih terbatas pada aplikasi berbasis website dalam hal pemetaan, manajemen sumberdaya alam, dan pemantauan lingkungan.

Namun saat ini potensi bisnis geospasial hampir masuk pada semua aspek. Potensi pasarnya semakin luas dan besar, memberikan dampak ekonomi secara langsung yang signifikan.

Dampak ekonomi secara langsung dari teknologi berbasis lokasi ini diperkirakan mengalami pertumbuhan pesat.

Tahun 2023, dampak langsung secara ekonomi, menurut Geobuiz, mencapai 2,5 triliun dollar AS hingga 7,6 triliun dollar AS dan pada 2025 diperkirakan hingga 10,9 triliun dollar AS.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com