Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Kompas.com - 20/05/2024, 15:12 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurti mengaku program Jemput Gabah Beras yang digelar oleh pihaknya kurang diminati oleh para petani.

Para petani lebih memilih menyerahkan hasil panennya kepada penggilingan-penggilingan kecil daripada ke Bulog.

Program yang digelar pada akhir April 2024 tersebut merupakan upaya percepatan penyerapan beras oleh pemerintah. Dalam program ini, Bulog langsung mendatangi sentra-sentra produksi panen raya untuk menyerap gabah petani.

Baca juga: Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

“Ternyata tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas untuk jemput gabah beras ini. Kenapa? Karena ternyata petani ini sudah memiliki hubungan yang mengikat dengan penggilingan atau pengepul,” ujarnya saat mengunjungi MRRP Bulog di Karawang, Senin (20/5/2024).

Bayu menyebutkan, pihaknya akan tetap melanjutkan program Jemput Gabah beras ini meskipun tidak begitu diminati oleh para petani. Hal ini sebagai sinyal kepada pasar bahwa Perum Bulog siap untuk terjun langsung ke sektor paling krusial yakni petani.

“Apakah program ini dihilangkan? Tentu tidak karena kita akan tetap menjadi standby buyer yang kalau dibutuhkan untuk gabahnya diserap akan langsung kita jemput,” katanya.

Sebelumnya, Perum Bulog telah menyerap gabah lokal lewat program tersebut sampai 30.000 ton setara Gabah Kering Panen (GKP) setiap harinya. Angka itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penyerapan sebelumnya yang secara rata-rata hana mencapai 20.000 ton.

Namun sering berjalannya waktu, penyerapan dari program itu semakin kecil lantaran petani lebih memilih hasil panennya untuk dijual ke penggilingan yang sudah menjadi langganannya daripada dijual langsung ke Bulog.

Baca juga: Bansos Beras Lanjut Setelah Juni? Airlangga: Belum Pernah Dibahas

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com