Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Kompas.com - 20/05/2024, 19:09 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana kembali meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) 2025. Seiring dengan kenaikan tersebut, terdapat arah kebijakan baru untuk sektor pendidikan nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran pendidikan pada tahun pertama kepemimpinan Prabowo Subianto diproyeksikan mencapai Rp 708,2 triliun-Rp 741,7 triliun. Angka itu lebih tinggi dari alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2024, yakni sebesar Rp 665 triliun.

"Untuk mendukung penguatan mutu pendidikan, anggaran pendidikan pada tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp 708,2 triliun sampai dengan Rp 741,7 triliun," ujarnya, dalam Rapat Paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2024).

Baca juga: Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Salah satu program unggulan baru yang disiapkan untuk sektor pendidikan nasional ialah peningkatan gizi anak sekolah. Meskipun tidak dijelaskan lebih rinci oleh Sri Mulyani, program peningkatan gizi anak sekolah itu selaras dengan program unggulan yang ditawarkan Prabowo, yakni program makan siang gratis untuk anak sekolah.

"Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing ditempuh melalui beberapa program unggulan, antara lain peningkatan gizi anak sekolah," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, program-program lain yang disiapkan untuk pendidikan nasional tidak jauh berbeda dengan program yang disiapkan pada tahun ini. Pemerintah berencana melakukan penguatan mutu sekolah, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan angka partisipasi kasar PAUD dan perguruan tinggi, hingga penguatan kualitas tenaga pengajar.

"Berbagai program unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses, kualitas, dan dapat menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha (link and match)," tutur Sri Mulyani.

Sebelumnya, presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku optimistis bahwa APBN dapat membiayai program makan siang dan susu gratis. Prabowo mengatakan, pihaknya telah melakukan studi terkait kebutuhan anggaran program tersebut, meskipun tidak membeberkan angkanya secara detail.

Ia bahkan mengklaim, pelaksanaan program makan siang gratis dapat dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan kas negara, ditandai dengan defisit anggaran yang dijaga di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Pertahanan itu menjelaskan, Indonesia selama ini sudah terbiasa untuk mengelola kebijakan fiskalnya dengan hati-hati, di mana pemerintah berupaya untuk menjaga defisit antara pendapatan dan belanja negara dapat dijaga di bawah 3 persen. Terjaganya kas negara pun ditandai dengan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rendah, bahkan disebut menjadi salah satu yang terendah di antara negara lain.

"Jadi saya pikir ini waktunya lebih berani, dengan tetap menjalankan good governance," katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan hitung-hitungan Tim Kampanye Nasional Prabowo - Gibran, kebutuhan anggaran tahp pertama untuk program makan siang gratis berada di kisaran Rp 100 triliun-Rp 120 triliun.

Baca juga: Soal Anggaran Makan Siang Gratis, Prabowo: Waktunya Kita Lebih Berani

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com