Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Kompas.com - 20/05/2024, 21:14 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengganti pesawat Boeing 747-400 dengan dua pesawat cadangan, yaitu dua unit pesawat Airbus 330 dan Boeing 777.

Adapun Boeing 747-400 merupakan pesawat sewaan khusus mengangkut jemaah haji sedangkan Airbus 330 series merupakan pesawat milik garuda sendiri.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, satu unit Boeing 747-400 yang bermasalah untuk saat ini tidak dioperasikan atau di-grounded lantaran perlu dilakukan investigasi dan perbaikan.

Baca juga: Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

"Sampai hari ini, karena 737-400 masih dinyatakan belum layak terbang, kami masih gunakan dua pesawat Garuda sebagai pengganti pesawat rusak," ujarnya saat RDP dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, Boeing 747-400 merupakan pesawat berbadan lebar yang dapat mengangkut 450 jemaah haji.

Namun lantaran Garuda tidak memiliki pesawat berbadan lebar dengan kapasitas sebanyak itu, maka pihaknya mengoperasikan dua pesawat cadangan dengan kapasitas masing-masing 368 dan 242 orang.

Dia mengungkapkankan, penggantian satu pesawat menjadi dua pesawat ini akan berdampak pada 100 penerbangan reguler baik rute domestik maupun internasional.

"Penggunaan dua pesawat backup tersebut yang kita gunakan sebenarnya saat ini digunakan untuk penerbangan biasa, mengakibatkan hampir sekitar 100 sampai nanti tanggal 25 (Juni 2024) itu akan memengaruhi sekitar 100 penerbangan reguler," tuturnya.

Sebagai informasi, mesin pesawat Boeing 747-400 sempat memercikan api setelah 10 menit lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 15.30 Wita, Rabu (15/5/2024) sehingga dilakukan pendaratan darurat kembali ke bandara asal (return to base/RTB) yakni Bandara Sultan Hasanuddin.

Penumpang yang berjumlah 450 orang mendarat dengan selamat dan telah kembali diterbangkan ke Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, menggunakan pesawat lain di hari yang sama.

Penerbangan dilakukan pukul 22.02 Wita dari Bandara Sultan Hasanuddin dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada Kamis (16/5/2024) pukul 03.40 waktu setempat.

"Para penumpang yang merupakan Jemaah Kloter 5 Embarkasi Makassar tersebut akan kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV)," kata Irfan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pesawat Garuda yang Terbakar di Makassar Ternyata Sewaan, Pengamat Sarankan Investigasi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Nasib OVO Setelah Superbank Masuk ke Ekosistem Grab

Whats New
IHSG Menguat di Awal Sesi, Rupiah Koreksi

IHSG Menguat di Awal Sesi, Rupiah Koreksi

Whats New
Hasil Administrasi Sekolah Kedinasan 2024 Sudah Diumumkan, Cek di Sini

Hasil Administrasi Sekolah Kedinasan 2024 Sudah Diumumkan, Cek di Sini

Whats New
Hadapi Tren Pelemahan Rupiah dan IHSG, Ada Apa dengan Ekonomi Indonesia?

Hadapi Tren Pelemahan Rupiah dan IHSG, Ada Apa dengan Ekonomi Indonesia?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com