Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub Pastikan Pesawat Haji yang Terbakar di Makassar Punya Sertifikat Laik Terbang

Kompas.com - 21/05/2024, 09:46 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat yang sempat mengalami insiden mesin memercikkan api di Makassar pada Rabu (15/5/2024), sudah laik terbang sebelum dioperasikan sebagai angkutan haji.

Hal ini diungkapkan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Mochamad Mauludin saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/5/2024).

"Seluruh pesawat yang digunakan pada kegiatan angkutan haji telah dilakukn inspeksi saat ramp inspection dan dinyatakan laik udara. Personel crew dan cabin crew memenuhi kelayakan untuk operasional penerbangan," ujarnya.

Baca juga: Total Keterlambatan Penerbangan Haji Capai 32 Jam, Kemenag Tegur Garuda

Mauludin menjelaskan, pesawat Boeing 747-400 yang disewa Garuda Indonesia ini telah mengantongi sertifikat kelaikudaraan (certificate of airworthiness/C of A) yang masih berlaku sampai 15 Mei 2025 dengan nomor MG-1342.

Pesawat juga memiliki sertifikat pendaftaran (certificate of registration/C of R) dengan nomor 0625 yang telah diterbitkan sejak 22 Desember 2022.

Sebagai informasi, C of A dan C of R membuktikan pesawat tersebut telah dibuat sesuai dengan type design data yang telah disahkan dan telah terdaftar.

Pesawat ini juga sudah sesuai dengan ketentuan standar internasional International Civil Aviation Organization (ICAO) dimana tingkat kepatuhan negara asal pesawat yakni Moldova terhadap ICAO mencapai 74,07 persen.

"Kita sebagai negara berhak untuk melakukan inspeksi terhadap pesawat asing yang dioperasikan di wilayahnya, dengan cara memastikan pesawat tersebut memiliki sertifikat kelaikudaraan yang masih berlaku dan diterbitkan oleh otoritas penerbangan setempat," ucapnya.

Selain itu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) juga telah melakukan inspeksi sebelum pesawat itu masuk ke fleet Garuda Indonesia.

Dimulai dari inspeksi awal yang dilaksanakan oleh tim inspeksi dari Garuda dan Direktorat Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub di Kirgistan pada 5-13 Februari 2024.

Kemudian pada 19 April pesawat dengan nomor registrasi ER-BOS diputuskan oleh Garuda untuk resmi disewa. Lalu pada 5 Mei, pesawat B 747-400 itu landing di Bandara Soekarno-Hatta dan masuk hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF).

Baca juga: Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-grounded Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Selanjutnya pada 5-6 Mei inspeksi akhir pesawat dilaksanakan oleh tim DKPPU di hanggar GMF untuk memastikan semua temuan pada saat inspeksi awal telah ditindaklanjuti dan pesawat siap dioperasikan.

"Pada 7 Mei 2024, pesawat B747-400 registrasi ER-BOS dinyatakan laik terbang dan resmi masuk fleet Garuda Indonesia untuk mendukung penerbangan haji, dengan telah diterbitkannya operations specification ACL A28 oleh DJPU," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pada RDP tersebut. Irfan bilang, pihaknya dan Kemenhub telah memastikan kelaikan pesawat sebelum dioperasikan untuk mengangkut jemaah haji di Makassar.

"Pesawat ini sudah diinspeksi sebelum kita putuskan untuk menjadi bagian dari pesawat yang kita sewakan untuk penerbangan haji ini. Pesawat itu ketika berada di Jakarta kita juga melakukan beberapa tindakan. Sebelum berangkat pesawat ini juga melakukan beberapa pemeriksaan normal dan seluruhnya dapat dinyatakan laik terbang," tutur Irfan.

Namun akibat dari insiden mesin memercikkan api pada pekan kemarin, pesawat Boeing 747-400 yang dapat mengangkut 450 jemaah haji ini tidak dioperasikan untuk sementara dan digantikan dengan dua pesawat cadangan milik Garuda Indonesia yakni Boeing 777 dan Airbus 330.

Baca juga: Insiden Pesawat Haji Terbakar, Bos Garuda: Confirm Disebabkan Internal Engine

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Elpiji 3 Kg Direncanakan Tak Lagi Bebas Dibeli di 2027

Whats New
Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com