Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Menaker Ida Sebut Program Desmigratif Layak Dilanjutkan

Kompas.com - 21/05/2024, 09:49 WIB
Nethania Simanjuntak,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, program Desa Migran Produktif (Desmigratif) layak untuk dilanjutkan. Menurutnya, program ini mampu menjawab tantangan terhadap empat pilar utama.

Adapun empat pilar tersebut, di antaranya membentuk pusat layanan migrasi, menumbuhkembangkan usaha produktif, memfasilitasi pembentukan komunitas pembangunan keluarga (community parenting), dan memfasilitasi penumbuhkembangan Koperasi dan badan usaha milik desa (BUMD).

"Program Desmigratif ini sudah berjalan delapan tahun dan layak untuk dilanjutkan. Desmigratif ini sangat keren karena dapat menjawab berbagai tantangan empat pilar," ucap Ida saat membuka kegiatan Evaluasi Program Desmigratif Tahun 2024 di Jakarta, Senin (20/5/2024) malam.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat memberikan sambutan di acara pembukaan Kegiatan Evaluasi Program Desmigratif Tahun 2024, di Jakarta, Senin (20/5/2024) malam.
Dok. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat memberikan sambutan di acara pembukaan Kegiatan Evaluasi Program Desmigratif Tahun 2024, di Jakarta, Senin (20/5/2024) malam.

Namun, Ida mengungkapkan, perlu tanggung jawab dari semua pihak agar program Desmigratif bisa semakin baik.

Baca juga: Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

“Salah satunya, dengan membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai stakeholder, seperti pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat desa setempat,” ucap Ida melalui siaran persnya, Selasa (21/5/2024).

"Program ini tidak hanya bergantung pada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), melainkan tugas bersama. Mari kita selesaikan tanggung jawab masing-masing. Mari sama-sama ikut bertanggung jawab terhadap kepastian perlindungan pekerja migran, perlindungan bagi keluarganya, dan perlindungan bagi pekerja migran yang purna," lanjutnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Blibli Catat Penjualan 1.000 Motor Yamaha NMAX Turbo dalam 40 Menit

Whats New
Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Whats New
Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com