Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Awal Sesi Fluktuatif, Rupiah Melemah Tembus Level Rp 16.033

Kompas.com - 21/05/2024, 09:55 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuatif pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (21/5/2024). Sementara mata uang garuda yang melemah dalam pada perdagangan pasar spot.

IHSG dibuka turun, kemudan merayap naik ke zona hijau. Namun tidak lama kemudian, indeks acuan BEI ini kembali tergelincir ke zona merah. Pukul 09.41 WIB, IHSG berada di posisi 7.263,83 atau turun tipis 2,86 poin (0,039 persen).

berad a di zona hijau pada level 7.270,93 atau naik tipis 4,2 poin (0,06 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 7.266,69.

Melansir data RTI,Sebanyak 189 saham melaju di zona hijau dan 192 saham di zona merah. Sedangkan 181 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,3 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Baca juga: Bakal Buyback Saham, Bos ADRO: Sebanyak-banyaknya Rp 4 Triliun

Founder WH Project William Hartanto mengatakan, IHSG hari ini berpeluang menguat. Dia bilang saham-saham big caps akan selalu memberikan efek yang mendalam pada IHSG.

“IHSG masih bertahan dalam tren naik di atas MA5 dan MA20. Hari ini kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat, range 7.254 – 7.300,” kata William.

Bursa Asia mayotiyas merah, dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 1,46 persen (286,6 poin) ke level 19.349,5, Shanghai Komposit melemah 0,44 persen atau 13,81 poin ke level 3.157,33, dan Strait Times turun 0,35 persen (11,6 poin) ke level 3.302,37. Sementara itu, Nikkei naik 0,14 persen (56,1 poin) ke level 39.125,8.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul 9.19 WIB rupiah berada pada level Rp 16.033 per dollar AS atau turun 55 poin (0,34 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 15.978 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena pelaku pasar masih menunggu data baru dari notulen rapat moneter bank sentral AS yang akan dirilis Kamis dinihari pekan ini.

“Rupiah mungkin masih lanjut melemah atau konsolidasi terhadap dollar AS hari ini. Sentimen soal pemangkasan suku bunga acuan AS ini masih menjadi penggerak harga di pasar keuangan,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah ke arah Rp 16.000 per dollar AS, dengan suport di sekitar Rp 15.930 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Hari Ini Bisa Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com